IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Sekretaris Pemuda Pancasila Jadi Korban Penganiayaan, Pelaku Mengancam Menggunakan Senjata Samurai

Wonosari,(suara-gunungkidul.com)–Nasib malang menimpa Eka Wahyu Nugraha (37) warga Padukuhan Tanjung, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen. Pria yang menjadi Sekretaris Pemuda Pancasila Kabupaten Gunungkidul itu menderita sejumlah luka lantaran dianiaya oleh M warga Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu.

M nekat menculik korban menggunakan mobil pada Rabu (30/03/2022) lalu. Pelaku bahkan sempat mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis Samurai.

Hal ini diungkapkan oleh Kuasa hukum Eka, Dharma Tyas Utomo,SH .M.H. Dharma mengatakan bahwa peristiwa kriminal ini sudah resmi dilaporkan ke Polres Gunungkidul.

“Surat Laporan Polisi Nomor :LP-B/71/lV/2022/SPKT Polres Gunungkidul/Polda D.I Yogyakarta tertanggal 05 April 2022,”kata Dharma, Rabu (20/04/2022).

Dia menjelaskan kronologi penganiayaan tersebut, pada saat itu kliennya ditelfon oleh M (pelaku) dengan nada emosi. Korban sebelumnya menagih sepeda motor milik saudaranya yang digadaikan oleh pelaku. Namun karena kurang puas berbincang di sambungan telfon, pelaku lantas mendatangi korban dengan mengunakan mobil.

“Setelah sampai rumah korban, pelaku langsung membenturkan kepalanya ke bagian wajah korban. Tak hanya itu, korban dipaksa masuk mobil dan pergi meninggalkan rumah.

Pelaku pergi bersama korban dan singgah parkir disebuah tempat karaoke di wilayah Kapanewon Karangmojo. Disitulah Eka mendapatkan serangkaian aksi penganiayaan brutal.

“Pelaku memukul bagian wajah serta menendang bagian perut korban. Tidak hanya itu saja, korban dibawa pelaku kerumahnya dan sesampai dirumah klien kami masih mendapatkan pukulan berkali-kali dibagian wajah dan ditendang lagi bagian perut. Tak puas sampai itu pelaku mengeluarkan senjata jenis samurai untuk memukul korban sehingga pelipis kiri korban luka,”jelasnya

Istri korban yang berusaha mencari suaminya dengan mengikuti shere lokasi yang dikirim sebelumnya. Usai mengikuti google map, ternyata korban disekap di wilayah Kalurahan Semanu.

“Sesampainya dilokasi istrinya mendapati korban sudah tidak berdaya dan terluka di bagian wajah hingga berdarah. Korban ini juga diancam bahwa jika masalah ini dipolisikan maka pelaku mengancam akan menghabisi keluarganya seusai keluar dari penjara,”kata Dharma.

Kasi Humas Polres Gunungkidul AKP Suryanto membenarkan aksi penganiayaan tersebut. Dikatakannya saat ini, proses penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi sudah dilakukan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA