IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Ibu Menderita Stroke, Nenek Tuna Netra, Wanita ODGJ Diduga Menjadi Korban Rudapaksa

Semin, (suara-gunungkidul.com)–Seorang wanita berstatus ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) diduga menjadi korban rudapaksa (pemerkosaan). Wanita berusia 29 tahun itu sempat dilarikan ke RS Klaten lantaran mengalami pendarahan di kemaluannya.

Yang bersangkutan diduga menjadi korban pemerkosaan oleh seorang lelaki saat sedang mencuci di sebuah sendang (mata air) di wilayah Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin beberapa hari lalu. Diketahui wanita ini tinggal dirumah bersama ibunya yang menderita penyakit Stroke dan neneknya menderita tuna netra.

Salah seorang relawan kemanusiaan bernama Suwarno kepada wartawan menceritakan, nasib apes wanita ODGJ ini bermula saat dia datang ke rumahnya pada
Kamis (02/06/2022)

“Untuk menyalurkan bantuan dari donatur karena keluarga ini runtin menjadi penerima bantuan,”katanya, Jumat (03/06/2022).

Sesampainya di rumah wanita ODGJ itu Suwarno mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan telah dirawat di rumah sakit. Suwarno menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, wanita itu menjadi korban Rudapaksa oleh seseorang pada Senin (29/6/2022) yang lalu.

“Saat pulang dia dalam keadaan berdarah. Pihak keluarga kemudian bersama tetangganya mencoba menanyakan apa yang dialaminya. Korban kemudian mengaku baru saja dicabuli seseorang,”imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Semin Iptu Sumiran mengaku bahwa yang bersangkutan telah dimintai keterangan di kantor Polsek. Namun Sumiran menegaskan perihal keterangan dari sejumlah saksi belum dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadi memang ada semacam pendarahan, tapi kemungkinan besar itu darah Haid. Saat diperiksa di Cawas (Klaten) alat vitalnya gak ada yang rusak dan kandungannya negatif. Kemungkinan itu infeksi tapi memang perlu pemeriksaan medis,”terangnya.

Menurut Sumiran, saat ini Polisi akan melakukan koordinasi dengan pekerja sosial dan Dinas Sosial yang menangani Disabilitas. Koordinasi tersebut menegaskan bahwa wanita tersebut keteranganya dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

“Yang jelas orangnya sudah sehat kembali secara fisik. Untuk lebih dalamnya nanti mau rencananya akan diperiksakan. Terkait pemerkosaan nanti akan kita selidiki,”tandas Sumiran.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA