IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Bejat, Oknum PNS Kapanewon Diduga Cabuli Tiga Siswi PKL

Girisubo, (suara-gunungkidul.com)–Dugaan pencabulan 3 siswi Praktek Kerja Lapangan (PKL) terjadi di Kantor Kapanewon Girisubo. Mirisnya aksi bejat tersebut dilakukan oleh salah satu oknum PNS yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi).

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, ketiga korban tersebut merupakan siswi di bawah umur yang sedang PKL di kantor Kapanewon. Mereka adalah siswi yang berasal dari salah satu sekolah Kejuruan di Kapanewon Rongkop.

Aksi tak terpuji tersebut diperkirakan terjadi pada akhir bulan September lalu. Salah satu korban Bunga (bukan nama sebenarnya) disuruh pelaku untuk mengepel ruangan pelaku. Namun demikian korban merasa heran lantaran saat itu lantai di ruangan tersebut sudah bersih.

Dari pengakuannya, pelaku kemudian merangkul dan meremas bagian sensitif korban. Tak hanya itu, dua korban lainnya yang kebetulan sedang menjalankan tugas PKL dari pihak sekolah juga menjadi sasaran bejat pelampiasan nafsu pelaku. Dari pengakuannya, satu korban mendapatkan pelecehan yakni dicium dan diraba di ruangan UPK (Unit Pengelola Kegiatan).

Karena ketiga korban trauma, mereka Sampat menangis hingga sesampainya di rumah, kejadian tersebut diadukan oleh orang tuannya. Selang beberapa waktu kemudian, kasus tersebut dilakukan mediasi. Antara ketiga korban dan pelaku dipertemukan di salah satu ruangan kantor Kapanewon.

Dari pengakuan salah satu korban, pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya. Dihadapan Panewu, pelaku mengaku hanya memegang bahu korban dan bertanya apakah korban mempunyai pacar atau belum. Tak berhenti sampai disitu, mediasi dengan menggunakan surat hitam diatas putih juga dilakukan di rumah korban.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Guru BK (Bimbingan Konseling) tempat sekolah korban berinisial R membenarkan kejadian tersebut. Namun dia mengaku bahwa permasalahan itu sudah selesai setelah dilakukan mediasi oleh Panewu.

“Pak Panewu sudah mempertemukan kedua belah pihak dan ada permintaan maaf,”terang R.

Menurutnya usai dilakukan mediasi tersebut, ketiga siswi lantas dipindah PKL ke lokasi lain. Kebijakan tersebut dikatakan R untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikonfirmasi terpisah salah satu pejabat Kapanewon Girisubo juga membenarkan kejadian tersebut. Namun demikian jika berkeinginan untuk konfirmasi kasus tersebut secara detail, dia mempersilahkan untuk bertemu dengan Panewu langsung.

“Satu pintu saja ke Pak Panèwu sama seperti Dinas-dinas lain,”ungkapnya.

Panewu Girisubo Slamet Winarno dan Panewu Anom Mugiyanto saat dikonfirmasi melalui jaringan telpon Whatsapp tidak merespon.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA