IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Vaksinasi Booster Gunungkidul Masih Terendah, Dinkes Dan BIN Terus Ikuti Berbagi Momentum Layanan

Karangmojo, (suara-gunungkidul.com)–Capaian Vaksinasi Booster (Dosis 3) Kabupaten Gunungkidul masih terendah se DIY. Oleh karenanya, Tim Mobile Vaksin Badan Intelijen Negara Daerah Istimewa Yogyakarta (BIN DIY) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul terus menyasar dan mengikuti berbagai momentum yang ada untuk dilaksanakan layanan vaksinasi guna mengejar ketertinggalannya.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo mengatakan, capaian vaksinasi Booster Gunungkidul baru di angka 10 persen. Capaian itu masih menjadi terendah di antara Kabupaten/Kota se-DIY yang rata rata di atas 13 persen. Bahkan kabupaten Sleman sudah lebih dari 25 persen. Sedang Kota Yogyakarta di atas angka 50 persen.

“Capaian Booster Gunungkidul masih 10 persen. Masih terendah dan di bawah Kulonprogo dan Bantul yang sudah di atas 13 persen. Sleman juga sudah lebih dari 25 persen. Bahkan Kota (Yogyakarta) sudah di atas 50 persen”, kata Eko saat menggelar Vaksinasi Booster di Komplek Gereja St. Petrus dan Paulus Kelor Kapanewon Karangmojo (10/04/2022).

Upaya percepatan sudah dilakukan dengan berbagai cara. Selama bulan Maret, BIN bersama Dinkes dan Puskesmas sudah gerilya di seluruh wilayah. Bahkan komunitas Lintas Agama juga telah diajak kerjasama.

“Semua wilayah 4T (Terdepan, Terdalam, Terjauh, dan Terpencil) sudah didatangi. Juga diinisiasi vaksin kebangsaan. Namun hasilnya masih belum signifikan,”terangnya.

Oleh karena itu sisa waktu menjelang arus mudik lebaran dan Idul Fitri, BIN bersama Dinkes akan terus membuat permodelan. tidak boleh menyerah. Berbagai model harus dicoba. Termasuk hari ini mengikuti momentum ibadah umat Kristiani guna menjaring warga yang belum vaksin.

“Juga pada momen Paskah nanti. Hal serupa juga akan dicoba malam hari setelah tarawih,”papar Eko.

Sebagaimana diketahui, pemerintah tidak lagi melarang mudik tahun 2022 ini. Hanya mensyaratkan vaksin Booster. Oleh karenanya warga juga harus siap menerima pemudik dengan Booster. “Berharap masyarakat siap menyambut pemudik dengan ikut Booster. Aman untuk pemudik. Juga aman untuk semua,”utup Eko.

Romo Paroki Gereja Santo Petrus dan Paulus Kelor Benediktus Nugroho Susanto berujar bahwa vaksinasi yang dilaksanakan oleh BIN dan Dinkes ini bermanfaat bagi masyarakat dan umatnya. Antusiasme warga masyarakat disebutnya sangat besar dan ditanggapi dengan positif.

“Kerjasama yang baik ini nanti membuahkan kesehatan yang semakin baik,”imbuhnya.

Panèwu Karangmojo Mareatahadi mengapresiasi kegiatan vaksinasi ini. Baik dosis satu dua dan booster, pihaknya membantu menyaring warga masyarakat yang belum tersasar.

“Lapisan masyarakat baik dosis satu dua dan booster antusiasmenya sangat bagus,”tandasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA