IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Tim Mobile Vaksinasi Sisir Kawasan Pesisir Untuk Akselerasi Capaian Booster, Tembus Angka 30 Persen

Tepus, (suara-gunungkidul.com)–Selain terus mengakselerasi capaian rendah vaksinasi Booster di wilayah utara, Tim Mobile Vaksinasi kembali menuntaskan kawasan menengah di pesisir selatan Gunungkidul. Dilaksanakan di padukuhan Pule Ngelo Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus vaksinasi booster masuk kategori terdalam dan semi terisolir di kawasan pesisir pantai.

Upaya menembus lokasi tidak mudah. Selain memerlukan waktu tempuh dua jam dari Yogyakarta, atau lebih satu jam dari kota Wonosari, hanya kendaraan roda dua dan beberapa roda empat tertentu yang bisa sampai di lokasi.

“Dua jam lebih dan hampir tidak ketemu karna di Google Mapp tidak nemu”, tutur Bambang, salah satu Tim Mobile Vaksin BIN DIY yang ikut ke lokasi.

Koordinator Imunisasi (Korim) wilayah Tepus 1 Ita Yoanita mengatakan bahwa padukuhan Pule Ngelo menjadi sasaran vaksinasi saat ini karena menjadi padukuhan dengan capaian vaksin rendah di wilayah puskesmas Tepus 1. Selain jauh dari jangkauan puskesmas, akses jalan masuk juga sempit dan rusak. Tidak semua jenis kendaraan bisa masuk.

”Baru kali ini dilaksanakan vaksinasi (di Pule Ngelo). Sebelumnya hanya diundang ke puskesmas atau Kalurahan terdekat, namun tetap tidak maksimal. Tempatnya nylempit dan penuh jalan setapak. Akses jalan utama pun sempit dan banyak yang rusak sehingga hanya mobil tertentu yang bisa masuk”, katanya saat menggelar vaksinasi di Pule Ngelo, Selasa, (05/06/2022).

Upaya menggenjot wilayah capaian rendah di Gunungkidul bagian utara perlahan mendapatkan hasil. Wilayah Gedangsari yang sebelumnya terendah, saat ini mulai bangkit mengejar. Namun karena penyebab rendahnya capaian komulatif Booster berdampak pada capaian yang tidak merata. Pemerataan menjadi fokus strategi permodelan vaksinasi kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan BIN DIY.

“Salah satu monev kita mendapati, meski wilayah Tepus sudah masuk zona capaian menengah untuk Booster, namun terdapat daerah tertentu yang rendah. Maka kami sepakat melakukan penyisiran”, jelas Perwakilan BIN DIY Eko Susilo kepada awak media yang hadir.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty saat diminta konfirmasinya tentang capaian vaksinasi Booster Gunungkidul mengatakan bahwa untuk saat ini sudah kembali pada progres. Jika sebelumnya tertahan di angka 10 persen sebelum Idul Fitri sehingga menjadi terendah se DIY kehadiran bantuan mobilisasi dari BIN, kini menjadi nomor tiga se DIY.

“Vaksinasi Booster kita sempat terhenti dan sulit ditingkatkan. Bantuan mobilisasi BIN sangat membantu dan terlihat hasilnya. Capaian yang awalnya masih di bawah 10 persen, atas provokasi BIN perlahan terus naik hingga saat ini menembus angka 30 persen. Kami Dinas kesehatan butuh dukungan dan provokasi-provokasi seperti yang BIN lakukan,”kata Dewi.

Tugas vaksinasi disebut bukan hanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan. Dinkes dikatakannya merupakan eksekutor. Sementara tugas mobilisasi, menghadirkan masyarakat ke pusat-pusat layanan, dan upaya mendekatkan vaksinasi ke sasaran dalam bentuk massal, adalah tugas bersama khususnya BIN. Oleh karenanya, lanjut Dewi, seluruh stakeholder terkait yang ada, memiliki tugas bersama dalam menuntaskan program vaksinasi ini.

“Satgas Covid-19, OPD, Panewu, Lurah, hingga kepala dukuh dan RT, sangat dinanti perannya ikut memobilisasi. Kami dari Dinkes dan jajaran di seluruh 30 UPT Puskesmas, akan selalu siap mengeksekusinya,”pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA