IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Tidak Cukup Naik Kelass Menengah Vaksin Booster, Gedangsari Terus Kejar Target Hingga 50 Persen

Gedangsari, (suara-gunungkidul.com)–Kapanewon Gedangsari baru saja menerima penghargaan Pemerintah Kabupaten sebagai wilayah terprogresif dari capaian terendah naik kelas menjadi menengah capaian vaksinasinya sejak dua pekan digeber Tim Mobile Vaksinasi BIN DIY bersama Dinas Kesehatan. Naik Kelas di urutan 14 dari 30 wilayah kepuskesmasan yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Penewu Gedangsari Jarot Hadi Atmojo menyampaikan, setelah dinyatakan sebagai wilayah terendah vaksinasi Booster, jajarannya bersama seluruh unsur yang ada hingga tingkat kader padukuhan telah menggelar serangkaian pertemuan untuk mencari solusi mengejar ketertinggalannya.

“Setelah diundang paparan kenapa capaian Booster di Gedangsari rendah (pertengahan Juni 2022) lalu, kapanewon telah mengumpulkan semua jajaran hingga padukuhan untuk menindaklanjuti. Alhamdulillah, hasilnya tidak mengecewakan. Sebelumnya terbawah (urutan 30), kini di posisi 14 dan diapresiasi Bupati sebagai kapanewon terprogresif percepatan vaksinasi,”ujar Jarot saat hadir di vaksinasi di Kalurahan Serut (Jumat, 15/06/2022).

Hampir setiap hari selama dua pekan, Gugus tugas Kapanewon turun langsung ke lurah hingga dukuh. Seluruh Lurah, Dukuh, hingga RT diperintahkan untuk mendata dan ikut memobilisasi warganya saat ada vaksinasi. Bahkan metode pemanggilan dilakukan.

“Seluruh kekuatan digerakkan. Dari Lurah hingga Dukuh, bahkan RT. Satu hal yang kami tegaskan bahwa vaksin ini menjadi ketentuan dalam seluruh pengurusan administrasi. Tidak hanya dalam penerimaan Bansos, untuk administrasi lain seperti hajatan, pengurusan sekolah, dll., kartu vaksin harus dilampirkan. Jadi metode pemanggilan terpaksa dilakukan. Target kami bukan hanya naik kelas, tapi tercepat menuju 50 persen sebelum Agustus menjadi mimpi kami,”tegasnya.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul Eko Susilo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada upaya kapanewon Gedangsari dalam meningkatkan capaian vaksinasi Booster ini. Setidaknya dalam dua minggu terakhir, capaian dan cakupan harian vaksinasi Gedangsari menjadi tertinggi se Kabupaten Gunungkidul.

”Hasil monitoring kami, capaian harian di Gedangsari bisa menjadi tertinggi di wilayah Gunungkidul. Setidaknya dalam 10 hari terakhir. Rerata harian di Gedangsari ada di angka 300 orang perhari. Ini menjadi tertinggi karena di wilayah lain masih kisaran 100an. Bahkan ada yang puluhan perhari,” terang Eko.

Sebenarnya BIN tidak memiliki kewajiban untuk melakukan vaksinasi. Apalagi mengejar target percepatan. Namun jika terdapat laporan adanya kemacetan di beberapa tempat, dengan terpaksa BIN turun kembali melakukan provokasi.

“Tupoksi BIN, sekali lagi bukan pada vaksinasinya. Salah satu tugas kami mendukung keberhasilan program pemerintah pusat di wilayah. Nah, kebetulan vaksinasi ini menjadi program prioritas pemerintah dalam percepatan penanggulangan Covid 19 guna akselerasi recovery economi pasca Covid. Maka jika program ini macet, BIN harus hadir,”jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, saat diminta keterangannya mengaku hormat dan apresiasi atas bantuan BIN yang saat ini terus membantu peningkatan vaksinasi di kabupaten Gunungkidul. Sudah semestinya penuntasan vaksinasi ini menjadi tugas bersama. Bukan hanya Dinas Kesehatan.

“Luar biasa ini BIN dalam membantu kita. Dan memang seharusnya seperti itu. Semua stakeholder kepemerintahan ikut serta dalam penuntasan program vaksinasi ini agar kekebalan masyarakat cepat terbentuk, yang pada gilirannya Pandemi Covid 19 segera beralih status ke Endemi,”ungkapnya.

Tuntasnya vaksinasi Covid 19, terang Dewi, juga akan ikut mempercepat pemerintah dalam akselerasi recovery ekonomi pasca Covid.

“Bayangkan jika pandemi tidak segera beralih ke endemi. Status PPKM kita tidak akan pernah dicabut. Bahkan kemungkinan bisa naik level lagi jika sebaran kasus varian baru kembali terjadi. Bagaimana recovery perekonomian bisa cepat,”Dewi mempertanyakan.

Oleh karena itu, harapnya, seluruh stakeholder harus ikut hadir menuntaskan program vaksinasi ini.

“Satgas Covid, para OPD, Panewu, Lurah, hingga kepala dukuh dan RT, sangat dinanti perannya ikut memobilisasi agar tugas ini segera tuntas. Kami dari Dinkes dan jajaran di seluruh 30 UPT Puskesmas, akan selalu siap mengeksekusinya,”pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA