IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Terus Kejar Target 50 Persen, Vaksinasi Booster Digeber di Wilayah Selatan Gunungkidul

Purwosari, (suara-gunugkidul.com)–Dalam angka mempercepat target 50 persen vaksinasi dosis ketiga (Booster) di Kabupaten Gunungkidul pada pada bulan Agustus 2022 dan tetap memberi prioritas wilayah capaian rendah, Tim Mobile Vaksin BIN DIY bersama Dinas Kesehatan terus menyisir kawasan selatan dengan tingkat capaian sedang, termasuk Kapanewon Purwosari.

Panewu Purwosari Wahyu Ardi Nugroho mengungkapkan, capaian vaksinasi Booster di kapanewon Purwosari, saat ini masih di urutan kedua setelah Girisubo. Namun karena target sudah dipatok minimal 50 persen, maka Purwosari berkolaborasi dengan berbagai pihak juga harus bangkit ikut melakukan penuntasan vaksin Booster tersebut.

“Per hari ini capaian vaksin Booster Purwosari 36,59 persen. Tertinggal tipis dari Girisubo yang sudah 37,15 persen. Tapi Purwosari punya sejarah sukses dan tertinggi pada capaian vaksinasi dosis 2, sehingga untuk penuntasan vaksin Booster ini juga punya mimpi untuk menjadi tertinggi juga,”ucap Ardi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Booster di Hall Puskesmas Purwosari, Selasa (12/07/2022).

Untuk memulai penuntasan Booster di Purwosari tahap awal dilakukan 2 hari di Puskesmas, masing-masing ditarget 500 orang.

“Setelah di Puskesmas, kami akan lakukan evaluasi. Jika nanti masih banyak yang belum tersasar, kami bersama jajaran kalurahan, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas berencana untuk kembali mendekat ke sasaran. Kaluràhan hingga padukuhan,”kata dia.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul Eko Susilo menyatakan bahwa, yang menjadi penyebab Kabupaten Gunungkidul termasuk wilayah capaian rendah pada vaksinasi dosis ketiga (Booster) karena tidak meratanya capaian di seluruh wilayah. Sehingga pemerataan menjadi strategi permodelan yang digalakkan BIN dan Dinkes.

“Sesuai Monev bersama BIN dengan Dinkes, dari total capaian 30 persen Booster Gunungkidul saat ini, baru 5 wilayah Puskesmas yang memiliki capaian di atas 35 persen. Wilayah lain di bawah 30 persen. Sehingga selain terus menggenjot wilayah rendah, kita juga harus mengakselerasi wilayah capaian sedang agar capaian Booster menjadi rata,”katanya.

Pada rapat evaluasi lintas sektor untuk penuntasan vaksinasi Booster Gunungkidul, BIN memberi paparan bahwa di tingkat animo masyarakat yang mulai menurun, diperlukan upaya lain dalam penuntasan vaksinasi Booster minimal 50 persen hingga Agustus 2022.

“Komitmen penuntasan minimal 50 persen di bulan Agustus 2022, sudah ditetapkan pada Rakor Evaluasi Penuntasan Vaksin Booster di Pemkab Gunungkidul kemarin (11/7). Oleh karenanya kami mendorong wilayah-wilayah dengan capaian yang kurang dari 30 persen kembali melakukan akselerasi. Harapannya, dengan capaian minimal 50 persen, status PPKM segera dicabut dan status endemi Covid bisa segera ditetapkan di Gunungkidul yang pada gilirannya percepatan recovery ekonomi bisa segera terwujud,”pungkas Eko.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA