IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Terjadi Kenaikan Kasus, Vaksinasi Gaspol Terus Digencarkan

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat ada kenaikan kasus Covid-19. Meskipun tidak banyak dan bukan kluster, kasus terkonfirmasi positif diketahui merupakan para pelaku perjalanan.

“Gunungkidul ada penambahan sedikit -sedikit tapi masih terkendali. Kita harus menyiapkan karena tidak tahu kedepan seperti apa,”kata Kepala Dinas Kesehatan’ Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty ditemui saat memantau vaksinasi Covid-19 di Balai Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Kamis (03/02/2022).

Dewi mengatakan bahwa, prediksi para pakar kasus Covid-19 bakal melonjak kembali pada bulan Februari ini hingga bulan April 2022. Pihaknya meminta agar warga masyarakat tetap patuh dan taat pada protokol kesehatan (prokes).

“Masyarakat tetap prokes dimanapun kita harus melakukan itu. Menghidupkan Satgas saat awal pandemi semangatnya dibangkitkan lagi, selain itu Puskesmas juga harus komunikasi dengan Pak lurah dan para Bhabhin,”tuturnya.

Sementara itu Pereakilan BIN DIY Eko Susilo mengatakan bahwa, kasus Covid-19 terus berlipat dalam beberapa hari terakhir. Secara nasional, 31 dari 34 propinsi di seluruh Indonesia mengalami peningkatan kasus. Hanya tiga propinsi yang belum terlihat mengalami kenaikan. Dia menyampaiakan bahwa apa yang dikhawatirkan tentang terjadinya lonjakan baru kasus Covid kini telah terjadi termasuk ancaman virus varian baru Omicron.

“Mungkin juga tentang hadirnya varian baru Omicron. Apapun adanya, peningkatan kasus sudah terjadi. Omicron juga sudah nyata di depan mata,”kata Eko saat menggelar vaksinasi di Balai Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari.

Dia berujar bahwa dalam kasus nasional, terdapat penambahan 10.185 di tanggal 31 Januari, pada 1 Februari 2022 bertambah 16.021 kasus, dan tanggal 2 Februari 2022 kembali naik dengan 17.895 kasus.

“Ada peningkatan di kisaran 2 hingga 6 ribu dari kasus hari sebelumnya. Untuk DIY sendiri pada 1 Februari 2022 tercatat 144 kasus baru Covid, dan hari berikutnya kembali bertambah 142 kasus,”katanya.

Adanya temuan (kasus) Omicron disebutnya perlu diwaspadai. Meskipun belum ada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Dalam rangka mencegah laju penambahan kasus baru Covid-19 pihaknya pendisiplinan prokes, pengetatan mobilitas warga, dan akselerasi vaksinasi, menjadi benteng terakhir.

“Selalu taati prokes, kurangi mobilitas, dan berlomba lomba dalam percepatan vaksinasi, harus digas pol dan tidak boleh kendor,”pungkasnya. (Fajar)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA