IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Tak Hanya Masal di Balai Kalurahan, Ponjong Suntik Ribuan Vaksin Hingga Padukuhan

Ponjong, (suara-gunungkidul.com)–
Setelah dinyatakan sebagai wilayah puskesmas dengan capaian terendah se kabupaten Gunungkidul, UPT Puskesmas Ponjong 1 terus bangkit dan berlari mengejar ketertinggalan. Tidak hanya berupaya untuk keluar dari juru kunci terendah, Ponjong 1 juga punya PR lain untuk mengejar target minimal 50 persen pada Agustus 2022.

Kepala Puskesmas Ponjong 1, Edy Suharismanto, menyatakan, berbagai cara terus dilakukan guna menyelesaikan dua PR sekaligus. Oleh karenanya, tidak hanya di pusat layanan vaksinasi Puskesmas, Nakes juga disebar ke kalurahan. Bahkan hingga padukuhan. Ribuan vaksin, bahkan puluhan ribu telah diajukan untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

“Sejak Senin (18/07), bekerjasama dengan Tim Mobile Vaksin BIN DIY dan Dinas Kesehatan, kami memulai lanjutan vaksinasi massal di balai kalurahan Umbulrejo. Bahkan kemarin dan hari ini menyasar padukuhan Sunggingan dan Surodadi, yang merupakan wilayah perbatasan dengan Semin dan sebelumnya sulit digerakkan”, tutur Edy saat memimpin vaksinasi di padukuhan Surodadi (Rabu, 20/07/2022)

Padukuhan Surodadi, lanjut Edy, menjadi sisiran terakhir di kalurahan Umbulrejo sebelum kembali ke Puskesmas dan lanjut ke kalurahan lain. “Hari ini terakhir di padukuhan wilayah Umbulrejo. Setidaknya sudah seribuan vaksin kita suntikkan. Sementara besok kembali ke Puskesmas, sambil mempersiapkan Tim melanjutkan ke kalurahan Sawahan”, jelasnya.

Eko Susilo, Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul menyampaikan, dari hasil Monev bersama BIN dengan Satgas Covid, wilayah Puskesmas Ponjong 1 menjadi yang terendah capaian vaksin Boosternya setelah Gedangsari naik kelas pasca pendampingan BIN. Oleh karena saat ini vaksinasi masih menjadi prioritas program pemerintah yang belum tuntas, BIN harus hadir untuk memecah kemacetannya.

”Kami selalu menyampaikan, bahwa BIN sebenarnya tidak memiliki tugas dalam vaksinasi. Namun karena vaksinasi ini merupakan program pemerintah yang harus tuntas, maka BIN terpaksa turun saat mendapati kemacetan. Kasus Ponjong 1, dari 36.791 sasaran yang ditetapkan, capaian Boosternya baru 20an persen, atau di angka 7 ribuan yang terbooster. Ini perlu dipecahkan apa masalahnya”, jelas Eko

Oleh karenanya, lanjut Eko, Tim Mobile Vaksin BIN DIY bersama Dinas Kesehatan akan fokus melakukan pendampingan di Ponjong dalam beberapa hari ke depan sambil bergiliran juga melakukan pendampingan wilayah rendah lainnya. “Beberapa hari ke depan, kita akan ada di Ponjong, Semin, Tanjungsari, dan Karangmojo sebagai 4 wilayah terendah”, tutupnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA