IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Stok Darah Mengalami Kelangkaan, PMI Akui Mengalami Kesulitan

Wonosari,(gunungkidulsuara.com)–Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul mengalami kekurangan stok darah. Golongan darah yang paling langka adalah AB, hal tersebut disebabkan warga masyarakat Gunungkidul was – was disaat kondisi pandemi Covid-19 masih terjadi.

Diungkapkan oleh Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengungkapkan bahwa, saat ini PMI kesulitan untuk memantik minat warga masyarakat Gunungkidul untuk mendonorkan darahnya. Dalam sehari saat ini PMI menerima satu atau dua orang yang menjadi pendonor.

“Dalam sehari yang biasanya belasan orang sukarela melakukan donor darah, saat ini hanya tinggal satu dua orang saja. Bahkan golongan darah AB menjadi golongan yang dibilang cukup langka,”kata Iswandoyo, Minggu (18/10/2020).

Walaupun dikatakan terbatas, golongan darah AB bisa dibilang cukup banyak pemohonnya. Untuk mengantisipasi defisit darah, PMI berupaya secara intens melakukan komunikasi kepada sejumlah lembaga dan komunitas pendonor darah.

“Penyebab minimnya pendonor dikarenakan masyarakat masih was – was saat kondisi pandemi Covid-19,”terang Iswandoyo.

Selain itu PMI juga melakukan jemput bola ke beberapa wilayah untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah instansi, agar saat melaksanakan acara kegiatan seperti Hari Jadi juga dilaksanakan kegiatan donor darah.

“Proses donor darah di masa pandemi ini aman dengan peralatan yang terjamin kesterilannya. Selain itu juga petugas yang mengambil darah juga dilengkapi dengan alat pelindung diri, jadi warga masyarakat tidak perlu ragu, “imbuhnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA