IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Sesi Akhir Vaksinasi Kebangsaan Lintas Agama, BIN Dan Dinkes Sumbang Ribuan Sasaran

Ngawen, (suara-gunungkidul.com)–
Seminggu menggelar Vaksinasi Kebangsaan Lintas Agama, Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), didukung Tokoh Agama, setidaknya mampu menyumbang 4000 capaian masyarakat tervaksin. Khususnya vaksin ketiga (Booster).

Namun sebagai prekondisi kesiapan masyarakat jelang Ramadhan dan liburan Idul Fitri 1443 tahun 2022, capaian tersebut masih perlu diakselerasi kembali. Akselerasi lebih kencang dibutuhkan karena total capaian vaksinasi Booster di Kabupaten Gunung kidul masih rendah.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo mengatakan, vaksinasi Booster sudah menjadi kebutuhan, dan menjadi keputusan pemerintah agar masyarakat bisa menyambut dan mengisi ibadah Ramadhan, serta merayakan lebaran dan liburan Idul Fitri 2022 dengan riang gembira tanpa ketakutan virus Covid.

“Pemerintah telah mensyaratkan Booster bagi masyarakat yang ingin beribadah secara maksimal di bulan Ramadhan. Juga mereka yang hampir tiga tahun tidak bisa mudik. Seharusnya ini menjadi peluang baik untuk dirayakan,”ata Eko saat meggelar vaksinasi kebangsaan sesi akhir di Pura Bhakti Widi, Padukuhan Bendo, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen (28/03/2022)

Sayangnya, lanjut Eko, peluang itu kurang disambut antusias di masyarakat. Sejak awal Maret, BIN bersama Dinkes terus keliling di semua wilayah. Namun capaian Booster belum sesuai harapan. Baru 40 ribu tervaksin atau sekitar 7 persen. Padahal idealnya minimal 30 persen dari sasaran. Untuk vaksinasi kebangsaan, yang sudah digelar empat kali, yaitu tanggal 18, 23, 25 dan hari ini (28/3/2022) di Pura Bhakti Widi Bendo, yang dengan sasaran khusus dan dimobilisasi menyasar 4000 umat beragama, ternyata belum cukup signifikan dalam meningkatkan capaian dan cakupan vaksinasi Booster di Gunungkidul.

“Kendati sudah terus gerilya di semua wilayah, juga memprovokasi berbagai komunitas, capaian dan cakupan vaksinasi Booster per hari ini masih jauh dari harapan. Oleh karenanya, kami akan terus meggandeng siapa saja di waktu yang tersisa. Termasuk selama Ramadhan nanti,” Imbuhnya.

Sesuai data Dinkes, dari 595.145 sasaran, untuk vaksinasi Booster, per 23 Maret 2022 yang lalu baru mencapai 41.823 atau 7,03 persen. Gua mencapai 30 persen, setidaknya membutuhkan 130 ribu lagi vaksinasi. “Entah bagaimana mencapainya, yang jelas BIN bersama Dinkes akan terus berupaya maksimal”, tutup Eko.

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Gunungkidul
Mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang diinisiasi oleh BIN DIY. Kegiatan ini disebutnya telah menyasar semua lapisan warga masyarakat dengan harapan nantinya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Dia berharap agar warga masyarakat yang belum vaksinasi baik dosis satu dua maupun booster agar segera mendaftarkan diri.

“Semoga kegiatan hari ini dapat melindungi kita semua dari virus Covid-19,”tandasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA