IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Pandemi Tak Menjadi Penghalang, Minuman Herbal Ini Justru Eksis Ditengah Pandemi

Patuk,(suara-gunungkidul.com)—— Pandemi memang telah menguasai dunia perekonomian di Indonesia. Ekonomi menangis, pandemi terus mengikis bahkan hingga sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tak sedikit pelaku UMKM yang merasakan getirnya pandemi ini.
 
Seruputan (Seruni Putat Wetan) salah satu minuman herbal yang diproduksi oleh ibu-ibu PKK Putat Wetan Gunungkidul dimana minuman ini memang sengaja diproduksi di masa pandemi ini. Berbeda dengan UMKM yang lain, UMKM Seruputan ini justru survive di masa pandemi. 
 
“Alhamdulillah di masa pandemi ini justru penjualan kita mengalami peningkatan mbak, karena memang minuman ini salah satu khasiatnya membantu menjaga daya tahan tubuh. Kalau untuk pandemi sendiri pesanan bisa mencapai sekitar 500 botol/bulannya, kalau untuk hari biasa, terutama musim penghujan seperti ini mungkin hanya 300 botol,” ungkap Wahyu selaku ketua PKK dan ketua produksi Seruputan Putat Wetan, Minggu (27/02/2022).
 
Pasca UMKM Seruputan ini telah melalui cek laboratorium dan dinyatakan layak untuk dikonsumsi masyarakat, sertifikat halal pun sudah langsung mereka proses demi mendapat izin edar untuk merangkul pangsa pasar yang lebih luas. Produk Seruputan untuk saat ini masih di produksi dan di pasarkan dalam lingkup intern.
 
“Jadi kami sistemnya tetap melakukan produksi apabila stok persediaan Seruputan ini sudah menipis dan jika ada pesanan. Setiap tanggal 6 kita pasti melakukan pertemuan bersama ibu-ibu PKK untuk musyawarah mengenai perkembangan Seruputan ini sekaligus pembuatan mbak,” tambahnya.
 
Harga yang mereka tetapkan pun juga masih tergolong sangatlah ekonomis. Untuk setiap botolnya, dibandrol dengan harga Rp. 5.000,- untuk yang original dan untuk varian yang membutuhkan tambahan bahan rempat (seperti rosella, telang) dibandrol dengan harga Rp. 6.000,-. Dengan harga yang sangatlah ekonomis tersebut kita sudah bisa mendapatkan satu botol dengan ukuran 250ml.
 
Semakin berkembangnya usaha Seruputan ini, sekarang ibu-ibu PKK Putat Wetan sudah memberdayakan kebun sendiri dimana kebun tersebut telah ditanami bahan rempah, sehingga dengan menanam bahan pembuatan sendiri bisa menghemat pengeluaran terutama di masa pandemi seperti ini, sehingga Seruputan tetap survive dengan meminimalisir pengeluaran biaya untuk pembelian bahan bakunya. 
 
Penulis : Hasti Nugrahaning Tyas, Mahasiswi Program Studi Manajemen, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Ignatius Soni Kurniawan, S.E, M. Sc , Dosen Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen UST Yogyakarta
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA