IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Lambat Keluar Dari Zona Capaian Sedang, Saptosari Mulai Asong Vaksinasi Booster Hingga Padukuhan

Saptosari, (suara-gunungkidul.com)–Hanya mengandalkan vaksinasi normatif di Puskesmas, percepatan capaian vaksin Booster di Kapanewon Saptosari melambat. Sejak evaluasi Satgas Covid-19 pada pertengahan Juni 2022 hingga Juli saat ini. Posisi capaian Booster di wilayah puskesmas Saptosari masih di deretan 19 di antara 30 puskesmas yang ada di kabupaten Gunungkidul.

Koordinator Vaksin (Korim) Puskesmas Gedangsari Nurul menyatakan bahwa, capaian harian vaksin Booster di wilayah Saptosari masih sangat lambat. Masih menjadi urutan 11 terbawah. Hal tersebut terjadi karena vaksinasi dalam beberapa bulan terakhir hanya dilaksanakan di Puskesmas. Belum dilakukan terpusat secara massal atau door to door mendekat ke sasaran.

“Ya, berdasarkan evaluasi yang disampaikan, Saptosari masih di urutan 19 atau 11 terendah vaksinasi Booster. Hal ini karena sejak Idul Fitri 2022, Puskesmas Saptosari hanya melaksanakan layanan vaksinasi di Puskesmas. Belum menggelar secara massal atau mendekat ke masyarakat”, ungkap Nurul saat menggelar vaksinasi di Balai Padukuhan Mojosari Dondong, Jetis Sabtu, (16/07/2022).

Namun setelah mendapatkan perintah dari hasil evaluasi kedua Satgas Covid di Pemkab pada Senin (11/07) lalu, lanjutnya, hari ini hingga Agustus mendatang, pihak Puskesmas bersama Gugus Tugas Kapanewon Saptosari, atas dukungan BIN dan Dinas Kesehatan, telah memulai kembali agenda vaksinasi ke masyarakat. Target 50 persen hingga pertengahan Agustus 2022 akan diupayakan.

“Kami di Korim telah menerima jadwal selama 30 hari kedepan. Selain layanan rutin setiap Jumat di Puskesmas, insyaallah bersama Tim Mobile Vaksin BIN dan Dinkes akan melakukan penyisiran ke 30 padukuhan di 5 kalurahan. Berharap dengan upaya turun ke padukuhan secara door to door ini bisa mempercepat penuntasan vaksinasi Booster di Saptosari,” harapnya.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo menyatakan, sebagaimana hasil Monev bersama BIN dengan Satgas Covid, total capaian Gunungkidul yang baru mencapai 30 persen Booster, hanya 5 wilayah dari 30 Puskesmas yang memiliki capaian di atas 35 persen. Sisanya di rerata 25 persen. Bahkan masih ada 5 wilayah yang capaiannya di angka 20 persen.

”Capaian Booster di Saptosari 23,15 persen. Capaian ini menempatkan Saptosari di urutan 19 dari 30 puskesmas yang ada, atau urutan 11 terendah vaksinasi Booster. Pada evaluasi Satgas di Pemkab Senin lalu, BIN telah memberi paparan dan meminta semua Penewu dan Kepala Puskesmas bersatu dalam menuntaskan vaksinasi Booster ini. Minimal 50 persen hingga Agustus”, terang Eko

Eko menambahkan, apa yang dilakukan BIN dalam percepatan dan penuntasan program vaksinasi Booster segaris dengan harapan Pemkab Gunungkidul. “Kami lama berdiskusi dengan Dinkes dan sudah matur ke Wakil Bupati. Dan kita sepakat vaksinasi Booster ini menjadi program prioritas pemerintah yang harus dituntaskan. Selain tuntas membentuk herd immun, penuntasan Booster hingga minimal 50 persen juga menjadi kunci awal transisi pandemi menuju endemi. Dengan begitu recovery ekonomi daerah akan mudah digenjot”, pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA