IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Kejar Target Minimal 50 Persen Booster, Time Mobile Vaksinasi Kembali Turun Hingga Padukuhan

Semin, (suara-gunungkidul.com)–Dua pekan sebar vaksin secara relay di beberapa wilayah, cukup berdampak signifikan dalam pengendalian Covid 19 dan peningkatan capaian vaksin Booster di kabupaten Gunungkidul. Namun demikian, jika dikaitkan dengan target minimal 50 persen di akhir Agustus 2022, capaiannya masih jauh dari harapan.

Koordinator Tim Percepatan Penuntasan Vaksin (TPPV) Gunungkidul, yang juga Kasi P2P Dinkes, Sugondo, mengatakan, setelah menggelar relay di beberapa wilayah padat kegiatan hingga perbatasan, dengan tetap mengakselerasi wilayah rendah capaian, grafik capaian Booster Gunungkidul naik cukup signifikan.

“10 hari menggelar vaksinasi secara relay di beberapa tempat, antara lain Semin, Ngawen, Rongkop, Ponjong dan Tanjungsari, capaian Booster Gunungkidul hari ini sudah di angka 32,30 persen. Namun begitu capaian kita masih di bawah rerata DIY (38,68%)”, kata Sugondo saat memimpin vaksinasi di Semin, Sabtu (6/8/2022).

Bahkan jika mengacu target 50 persen yang diinginkan, lanjutnya, rasanya masih harus bekerja keras. Oleh karenanya, direncanakan Tim akan kembali dibagi. “Dua minggu ke depan, Tim akan kembali dibagi untuk turun ke bawah hingga padukuhan. Wilayah Playen dan Tanjungsari sudah mengajukan”, ungkapnya..

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo, menyampaikan bahwa BIN terus mendukung pemerintah Gunungkidul dalam pengendalian Covid 19 dan percepatan vaksinasi sebagai langkah perlindungan warga di ngah upaya membangkitkan ekonomi masa Pandemi.

“Bersama Pemkab dan Satgas Covid, BIN terus melakukan pendampingan. Waspada dengan kode lonjakan Covid varian baru harus. Tapi upaya membangkitkan ekonomi warga harus tetap jalan. Oleh karenanya, langkah apapun yang ditetapkan untuk keduanya kami dukung”, kata Eko menguatkan.

Grafik penamhan kasus baru Covid yang kembali melandai di Gunungkidul, lanjut Eko, harus terus dikawal. Demikian juga akselerasi vaksin ketiga (Booster) yang belum optimal. “Kasus baru Covid masih fluktuatif. Semua tetap harus waspada. Usulan percepatan (vaksin) hingga dusun, akan kami dukung”, tutupnya.

Sebagaimana diketahui, TPPV Gunungkidul, terdiri dari Satgas Covid, Dinas Kesehatan, dan Tim Mobile Vaksin BIN DIY, terus berkomitmen satu barisan dalam kolaborasi. Selain mendukung upaya pemerintah melonggarkan giat komunal demi membangkitkan ekonomi warga, Tim juga terus mendukung penuntasan vaksinasi hingga tingkat padukuhan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA