Gerakan Sasar Sisir, Tuntaskan Target Vaksinasi Masal di Wilayah Capaian Rendah

Patuk, (suara-gunungkidul.com)–Dinas Kesehatan dan Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggencarkan gerakan sasar sisir warga yang belum tervaksinasi. Wilayah capaian rendah. Selasa (14/12/2021) vaksinasi menyasar wilayah Kapanewon Patuk yang dipusatkan di Kalurahan Putat.

Perwakilan BIN DIY Eko Susilo mengatakan, vaksinasi sasar sisir ini sudah berjalan ketiga kalinya. Setelah melakukan penyisiran di sekitar Kawasan Heha Sky View dan lingkungan Puskesmas Patuk 1, BIN DIY kembali melanjutkan program ini ke wilayah perbukitan di Lingkungan Puskesmas Patuk 2 Gunungkidul.

“Sulitnya memobilisasi warga pada kedua vaksinasi sebelumnya, akibat kendala geografis yang ada. Hari ini Tim Mobile Vaksin BIN DIY bersama Dinkes mengubah strategi dengan membagi tim vaksinasi untuk mendekat ke titik kemacetan vaksinasi,”katanya.

Setidaknya ada empat titik vaksinasi yang akan dilakukan jemput bola ke sasaran, yaitu Balai Kalurahan Putat, Balai Padukuhan Sendangsari, Balai Puratama Bobung, dan Balai Padukuhan Gumawang.

“Hari ini ada empat titik vaksinasi yang menjadi sasaran program “Sasar Sisir BIN”. Disini menjadi titik awal pergerakan Tim Sasar Sisir, Jam 9 geser ke Balai Padukuhan Sendangsari untuk mendekat ke warga Sendangsari dan Kepil. Pukul 10 Tim akan lanjut menyisir di Balai Puratama Bobung bagi warga padukuhan Batur dan Bobung, dan terakhir ke Balai Padukuhan Gumawang sambil mendekat ke warga Plumbungan, sebelum kembali ke Putat 1, 2, dan Putat Wetan,”katanyam

Tidak hanya keliling mendekat ke sasaran, demi mengejar target cakupan dan capaian vaksinasi di Putat, Tim “Sasar Sisir” juga mengerahkan armada Bus dan membagi para vaksinator untuk menjemput warga terjauh ke titik vaksinasi terdekat.

“Sesuai hasil pendataan dari Panewu bersama Lurah, kader penggerak, dan Bhabinsa/Bhabinkamtibmas, masih ada titik sasaran yang sulit terjangkau, sehingga sepakat juga untuk mengerahkan armada (bus) mengangut warga ke titik sasaran terdekat. Konsekuensinya, para vaksinatornya pun harus kita sebar ke titik titik tersebut”, imbuhnya.

Penyisiran secara maksimal di Kapanewon Patuk, merupakan janji bersama antara Tim Mobile Vaksin BIN, Dinkes, dan Panewu untuk melibatkan seluruh kekuatan penggerak yang ada demi menambah capaian 1000 sasaran agar capaian vaksinasi di kapanewon Patuk bisa mendekati tingkat rerata kapanewon di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul.

“Kami semua, baik dari BIN, Dinkes, maupun Panewu, sudah berjanji bagaimana caranya Patuk tidak lagi terendah dalam capaian vaksinasinya. Minimal mendekati rerata 80 persen dalam strategi ini,”tuturnya.

Sementara ith salah seorang pelajar bernama Maulana sempat termakan berita hoaks di media sosial terkait vaksin Covid-19. Hal ini menyebabkan dia dan orang tuanya enggan mengikuti program vaksinasi yang terus digalakan oleh Pemerintah.

Pelajar berusia 17 tahun ini akhirnya mengikuti kegiatan vaksinasi masal setelah ingin mendaftar kuliah. Untuk Pendaftaran tersebut terdapat salah satu persyaratan wajib yang harus dilakukan yakni calon mahasiswa sudah harus mengikuti vaksin Covid-19.

“Sebelumnya juga tidak diperbolehkan orang tua karena pernah ketakutan termakan berita hoaks di medsos,”terangnya.

Maulana mengaku mengikuti vaksinasi karena sebelumnya pernah terpapar virus Covid-19. Sehingga dia kemudian atas dorongan dan ijin orang tua mengikuti vaksinasi masal sasar sisir yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

“Sekalian ini kan untuk syarat daftar kuliah dan sudah diijinkan orang tua mengikuti vaksin,”terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA