banner1
banner2
banner3
banner4
banner5
banner6
banner7
banner9
banner10
banner11

Evaluasi PPKM Darurat di Gunungkidul, Pemda Klaim Mobilisasi Warga Masyarakat Mengalami Penurunan

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang baru berjalan 3 hari disebut berdampak positif pada penurunan angka Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta usai melaksanakan rapat secara virtual dengan Forkopimda dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (06/07/2021).

Sunaryanta menyebut bahwa penurunan mobilitas berada di angka sekitar 16 persen. Sementara itu kasus baru positif Covid-19 mengalami penurunan sebanyak 50 persen dari hari sebelumnya. Angka ini menurut Bupati berdasarkan kondisi di lapangan.

Menurutnya, pergerakan masyarakat jauh berkurang sejak PPKM Darurat dilaksanakan, kepatuhan terhadap Instruksi Bupati juga sudah ada peningkatan.

“Masih ada warga atau tempat yang belum mematuhi aturan. Seperti beberapa warung makan hingga pedagang kaki lima (PKL) yang tetap beroperasi secara penuh. Masih ada juga warga yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas,”katanya.

Dam kesempatan yang sama Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Drajad Ruswandono berujar bahwa lampu yang berada di seluruh alun – alun Kota Wonosari bakal dimatikan secara total.

Menurut Drajad, himbauan untuk mematikan lampu alun – alun tersebut atas arahan dari Menko Luhut agar terlihat sebagai atmosfir darurat. Dia mengajak semua pihak agar dapat memahami dan mendukung suasana khususnya untuk menghindari potensi kerumunan.

“Malam setelah pukul 20.00 WIB. Ini Kebijakan daerah,”katanya

Kebijakan tersebut khusus untuk wilayah alun – alun saja. Sementara itu untuk lampu kawasan perkantoran hanya dilakukan pengurangan. Sementara untuk kantor Pemda mencakup pengamanan dan data vital, nnantinya hanya dilakukan pengurangan.

“Berbeda di wilayah pasar dan taman kuliner, Pemda tidak akan mematikan lampu penerangan yang ada. Hal ini dilakukan lantaran wilayah tersebut menyangkut investasi barang yang ada di lokasi. Kalau dimatikan sangat tidak bijak, ini himbauan tidak secara tertulis namun kebijakan daerah,”terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA