IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Dapat Dampingan Dari BIN, Ponjong Lolos Dari Jebakan Wilayah Rendah Booster

Ponjong, (kupass.com)–Kapanewon Ponjong, khususnya wilayah kapuskesmasan Ponjong 1, kini bukan lagi wilayah terendah yang wajib paparan di Satgas Covid 19 Gunungkidul. Setelah mendapat pendampingan Tim Mobile Vaksin BIN, Capaian komulatif Ponjong sudah di angka 35 persen.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo, dalam keterangan persnya mengatakan, pada evaluasi Satgas Covid di Bulan Juli 2022, wilayah puskesmas Ponjong 1 masih terbawah capaian Boosternya. Namun pada evaluasi Agustus sudah lolos dari 10 terbawah.

“Pada evaluasi Satgas Covid 19 di bulan Juli, Ponjong masih dipanggil paparan karena salah satu wilayahnya menjadi terendah capaian Boosternya. Namun pada evaluasi Agustus, Ponjong lolos dari kewajiban paparan. Ini tidak lepas dari keseriusan Penewu dan jajarannya hingga lurah dan para dukuh dalam mempercepat vaksinasi”, terang Eko, Senin (29/8/2022).

Kapanewon Ponjong yang terbagi dalam 2 wilayah kapuskesmasan, lanjutnya, secara komulatif capaian Boosternya sudah tinggi. Namun pada bulan Juli, Puskesmas Ponjong 1 masih di bawah 20 persen. “Karena capaian Ponjong 1 terendah, saat itu kapanewon terdampak sehingga Penewu diminta paparan”, tegas Eko.

Senada dengan Eko, Koordinator Tim Percepatan Penuntasan Vaksin (TPPV) Gunungkidul, Sugondo, menjelaskan bahwa akibat tidak meratanya capaian vaksinasi, wilayah yang berhenti di capaian rendah menjadi beban percepatan secara komulatif. Ponjong 2 yang waktu itu sudah di angka capaian 40 persen, terdampak Ponjong 1 yang masih di bawah 20 persen.

“Sebenarnya, banyak wilayah yang capaiannya sudah tinggi di atas 40 persen. Namun karena masih banyak juga yang macet vaksinasinya, maka wilayah tersebut terbebani sehingga saat dikompilasi menjadi ikut rendah,” ungkap Sugondo yang juga Kasi P2P Dinkes tersebut.

Oleh karenanya, tambah Sugondo, Dua minggu melakukan pendampingan dengan sistem ‘Gedor Pintu’ ke padukuhan, dan gelar massal di kalurahan, cukup efektif mengangkat capaian. “Tercatat ada 10 pendampinga selama Agustus di Ponjong. 4 kali _door to door_ di padukuhan dan 6 kali massal di 2 kalurahan” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, saat pemerintah memutuskan untuk tuntaskan vaksin Booster hingga 50 persen di bulan Agustus, Tim Mobil Vaksin BIN DIY bersama TPPV Gunungkidul merancang 73 hari kegiatan guna mendongkrak wilayah capaian rendah. Kurang dari 10 kegiatan tersisa, capaiannya masih di bawah 40 persen. Setelah evaluasi tergelar, selanjutnya pendampingan akan digeser ke wilayah rendah lain. Diharapkan segera bisa mengejar keterlambatan yang ada.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA