IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Belum Ada Intruksi Perpanjangan PPKM, Bupati Sebut Pengusaha Kecil Teriak

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Hingga Sabtu (23/01/2021) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul belum mendapatkan intruksi dari Gubernur DIY terkait diperpanjang atau tidaknya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dampak PPKM diakui Bupati Gunungkidul Hj Badingah membuat pengusaha kecil teriak.

Kepada wartawan Badingah menjelaskan, PPKM membuat kegiatan perekonomian usaha berskala kecil hingga besar terganggu. Terkhusus wilayah Kabupaten Gunungkidul dimana menjadi daerah kunjungan wisata, dimana warga masyarakat menggantungkan penghasilannya dari usaha penginapan maupun kuliner.

“UMKM baru bangkit, tapi kondisinya sekarang seperti ini lagi. Nanti saya komunikasi dengan Gugus tugas karena saya tinggal 2 minggu menjabat. Dampak pengusaha kecil semua teriak dengan kondisi yang terjadi saat ini, “kata Badingah, Sabtu (23/01/2021).

Lebih lanjut Badingah mengatakan, terkait diperpanjang atau tidaknya PPKM Pemda Gunungkidul akan menunggu dan mengikuti arahan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono ke X. Pihaknya mengakui saat ini intruksi dari Gubernur DIY belum turun.

“Kami memahami langkah yang dilakukan oleh pemerintah pusat karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi. Sinergi hingga level bawah memang kurang optimal, kondisi ini berdampak pada rendahnya kepatuhan dan pemahaman terkait protokol kesehatan, “terangnya.

Angka kesembuhan dari Covid-19 saat ini diketahui masih dibawah 80 persen, angka yang ditetapkan pusat. Sementara kasus pasien yang positif Covid-19 dan dinyatakan meninggal masih di angka 4,14 persen. Angka kesembuhan pasien di Gunungkidul sendiri diketahui masih 77,4 persen dan kasus aktif masih 18.5 persen.

“Untuk kasus meninggal masih 4,14 persen diatas dari ketentuan pemerintah pusat yakni 3 persen,”katanya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA