IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Tiga Menteri Dan Gubernur DIY Tanam Bibit Nangka Di Lahan Seluas Puluhan Hektar, Kayunya Akan Dijadikan Bahan Pembuatan Gamelan

Karangmojo, (suara-gunungkidul.com)–Sejumlah Tiga Menteri Republik Indonesia melakukan tan bersama bibit pohon nangka bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sabtu (29/01/2022). Penanaman bibit pohon Nangka di petak 58 RPH Candi BDH Karangmojo, KPH Yogyakarta ini dilakukan sebagai upaya pencanangan Hutan Keistimewaan.

Tiga Menteri yang hadir adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Politik Hukum Keamanan Mahfud MD dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Jalil. Selain penanaman pohon di lahan Sultra Ground seluas 30 hektar tersebut juga dilakukan pelepasliaran sejumlah 6 ekor burung Elang.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan bahwa, terdapat 9 jenis spesies pohon nangka yang ditan di hutan ini. Dia sebelumnya melakukan diskusi dengan Gubernur DIY terkait potensi penanaman pohon nangka yang nantinya dijadikan bahan baku makanan Gudeg dan Mabelair.

“Namanya hutan keistimewaan dan kearifan lokal serta budaya. Pelestarian bukan hanya lingkungan saja,”katanya.

Sementara itu terkait pelepasliaran burung Elang ini menurut Siti merupakan sebuah kewajiban KLHK. Dimana KLHK mempunyai kewajibane mengembalikan populasi Elang ke alam serta menjaga kelestarian jumlahnya.

“Saya mendapatkan laporan dari Dirjen bahwa ada sekitar 590 lebih ekor Elang yang hidup di Jawa ini.
Yang dikonservasi ini sebelumnya ada diambil orang sayapnya lemah, sehingga disembuhkan dan dilarikan. Begitu sifat liarnya sudah muncul maka dia bisa dikembalikan ke alam,”terangnya.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, tidak hanya dijadikan bahan baku Gudeg. Penanaman pohon nangka ini juga merupakan nantinya diproyeksikan sebagai bahan pembuatan gamelan untuk kayunya.
Program dana keistimewaan yang diberikan setiap tahunnya untuk memenuhi permintaan pengadaan Gamelan di Kalurahan, instansi sekolah dan lembaga lainnya.

“Gamelan itu kayunya dari nangka, tidak bisa disambung-sambungkan dan harus utuh.
Dengan danais kita kembangkan potensi kebudayaan lokal pembuatan gamelan dengan bahan baku kayu nangka,”terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA