banner1
banner2
banner3
banner4
banner5
banner6
banner7
banner9
banner10
banner11

Petani Gunungkidul Mulai Panen Padi, Per Hektar Hasilkan Enam Ton Lebih

Tanjungsari, (suara-gunungkidul.com)–Sejumlah petani di Kabupaten Gunungkidul zona selatan mulai memanen hasil padinya. Dari hasil panen perdana ini para petani khususnya zona selatan Kepanewon Tanjungsari memperoleh hasil 6 ton lebih per hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto yang ikut melaksanakan panen raya di Padukuhan Walik Angin, Kalurahan Ngestirejo, Kepanewon Tanjungsari mengutarakan bahwa, hasil ubinan mendapatkan 3,8 kilogram gabah kering panen, atau jika dikonversikan menjadi 6,08 Ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar. Jumlah tersebut sebanding dengan 4,93 ton GKG (Gabah Kering Giling) per hektar.

“Saya mengapresiasi hasil panen padi Inpari 42 di lahan kering yang diusahakan poktan Sida Makmur di Padukuhan Walik Angin dengan hasil yang bagus. Panen mencapai 6,08 ton GKP per Ha atau 4,93 GKG per Hektar,”kata Bambang Wisnu Broto, Jumat (29/01/2021).

Menurut Bambang padi jenis Inpari 42 adalah jenis padi sawah, namun di Gunungkidul sendiri padi sawah jenis ini dapat ditanam di lahan kering. Namun jenis padi Inpari ini berhasil panen dengan hasil di atas rata – rata profitas padi lahan kering Nasional maupun di Kabupaten.

“Rata – rata profitas padi lahan kering nasional masih 3 ton per hektar, sedang rata rata profitas Kabupaten Gunungkidul 4,6 ton per hektar. Padi Inpari 42 merupakan varitas unggul baru Nasional dengan umur tanaman 112 hari. Padi jenis ini mempunyai rata – rata produksi di lahan sawah 7,11 ton per Ha dengan potensi bisa mencapai 10,58 ton per Ha.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA