IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Padukuhan Terpencil Terus Menjadi Sasaran Percepatan Vaksinasi Mobile

Ngawen, (suara-gunungkidul.com)–
Setelah berhasil menembus wilayah terdalam dan semi terisolir di kawasan pesisir pantai selatan Gunungkidul, Tim Mobile Vaksin BIN bersama Dinas Kesehatan bergeser wilayah serupa di utara. Dusun Baturturu Gedangsari dan Grogol Ngawen, menjadi sasaran terdalam di perbukitan utara.

Upaya menembus lokasi nyaris gagal akibat medan yang sulit dan harus melewati perbukitan terjal. “Kami baru pagi-pagi tadi kembali mendatangi lokasi dengan motoran. Kemarin sore gagal masuk karena jalan tidak memungkinkan untuk roda empat”, tutur Priyo, salah satu Tim Mobile Vaksin BIN DIY yang ditugaskan ke lokasi.

Koordinator Imunisasi (Korim) wilayah Gedangsari 1, Ida Purwastuti, mengatakan, padukuhan Baturturu, masih termasuk kalurahan Mertelu. Menjadi sasaran vaksinasi hari ini karena menjadi padukuhan dengan capaian vaksin rendah di wilayah puskesmas Gedangsari 1.

”Padukuhan Baturturu, masih termasuk kalurahan Mertelu. Namun menjadi zona terjauh di sisi utara Gedangsari, sehingga kalau dari Jogja lebih enak lewat Klaten. Itupun lebih nyaman dengan roda dua. Tempatnya nylempit dan penuh jalan setapak. Akses jalan utama hanya bisa dilewati mobil tertentu,” kata Ida saat menggelar vaksinasi di Baturturu, Rabu, (06/07/2022).

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo, menyatakan, upaya menggenjot wilayah capaian rendah di utara, masih terus dilakukan. Setelah beberapa tempat massal tergarap, BIN bersama Dinkes masih meneruskan hingga wilayah terdalam.

“Hari ini ada dua padukuhan semi terpencil yang menjadi sasaran vaksinasi. 300an sasaran di Baturturu Gedangsari dan 200an di dusun Grogol Ngawen. Dalam pemetaan kami, kedua dusun ini, selain rendah capaian vaksinnya, juga tidak memungkinkan diundang ke puskesmas. Jadi harus didatangi, “jelas Eko kepada jurnalis media yang hadir.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, saat diminta konfirmasinya memberi apresiasi tinggi kepada BIN yang tidak kenal lelah dalam memobilisasi warga terdalam.

“Vaksinasi menjadi tugas semua pihak. Bukan hanya menjadi tugas Dinkes. Kami butuh dukungan pihak lain dalam memobilisasi warga untuk kita eksekusi (vaksin). Seperti halnya yang dilakukan BIN saat ini”, tutur Dewi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA