Mundur Dibawah Tekanan, Lurah Rejosari Tak Jadi Mengundurkan Diri

Semin, (suara-gunungkidul.com)–Konflik yang terjadi antara Lurah Rejosari, Kepanewon Semin Paliyo dan sejumlah warga masyarakat diperkirakan terus berlanjut. Setelah beberapa waktu lalu menyatakan mengundurkan diri menggunakan surat pernyataan, Paliyo akhirnya mencabut pengunduran dirinya.

Melalui kuasa hukumnya Darma Tyas Utomo saat menyatakan mundur, Paliyo mengaku dibawah tekanan disertai ancaman oleh warga yang melakukan aksi demontrasi di Kantor Balai Kalurahan beberapa waktu lalu. Menurut Darma, ancaman tersebut setelah sejumlah orang yang mengatasnamakan masyarakat Rejosari ingin menggeruduk rumahnya jika dia tak mau mundur dari jabatannya.

“Secara kronologis Pak Lurah akan digeruduk dirumahnya. Artinya ada ancaman terhadap keselamatan terhadap pribadi Lurah maupun keluarganya,”kata Darma, Rabu (30/12/2020).

Sebagai kuasa hukum Paliyo, Dharma juga telah mengajukan keberatan melalui surat resmi yang dikirimkan kepada pihak Badan Permsuyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Rejosari dan Bupati Gunungkidul.

“Kami berupaya menempuh secara hukum adminitrasif yang diatur dalam UU
30 tahun 2014 tentang adminitasi pemerintahan. Pada intinya kita keberatan uatas sulan penggantian dan pemberhentian Lurah yang berdasar surat permohonan dengan adanya paksaan dan ancaman,”katanya.

Selain itu pihak kuasa hukum bakal mencadangkan untuk membuat laporan Kepolisian atas dugaan ancaman dan kekerasan, ujaran kebencian dan fitnah kepada Lirah Rejosari. Hal tersebut dilakukan lantaran sampai saat ini tidak terdapat bukti yang dituduhkan oleh sekelompok masyarakat yang menilai Lurah Paliyo melakukan perbuatan asusila.

“Jabatan lurah adalah jabatan publik, dipilih oleh masyarakat secara sah dan demokratif. Tidak boleh ada kelompok masyarakat tertentu memaksakan kehendak. Kalau mau menurukan harus sesuai perundangan – undangan,”beber Dharma.

Diketahui sebelumnya Lurah Rejosari, Kepanewon Semin Paliyo mengundurkan diri setelah didemo oleh sejumlah warga yang mengatasnamakan masyarakat Rejosari pada Rabu lalu (16/12/2020). Warga merasa geram lantaran Paliyo diduga melakukan perselingkuhan dengan En, salah satu anggota Bamuskal yang berprofesi sebagai Guru Honorer.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8