IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Dituntut Mundur Ratusan Warganya, Dukuh Arogan Tak Bergeming

Ponjong, (suara-gunungkidul.com)–Ratusan warga Padukuhan Mendak, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong menuntut Dukuhnya Ari Susanti mundur dari jabatannya, Kamis (27/01/2021). Bertempat di balai Padukuhan, tuntutan itu disampaikan langsung kepada Dukuh disaksikan Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon.

Atas tuntutan itu, Ari Astuti justru tidak bergeming. Terlihat membawa pengacara, Dukuh Arogan itu menyatakan tetap akan menjadi Dukuh meskipun warga sudah tidak lagi mengakuinya.

Lurah Sumbergiri, Suharjono mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat dengan Badan Musyawarah Kalurahan dalam waktu dekat. Dia meminta waktu selama seminggu untuk berkomunikasi dengan pihak terkait atas tuntutan warga tersebut.

“Kami akan berembug dulu dengan Bamuskal dalam waktu satu Minggu ini,”terang Suharjono ditemui di lokasi.

Dia berujar akan mempertimbangkan sejumlah faktor lantaran permasalahan ini tidak lepas dari regulasi hukum yang ada.

“Tentunya aspirasi warga akan kami proses,”tuturnya

Sementara itu Panewu Ponjong Aris Pambudi menjelaskan bahwa pihaknya yang menfasilitasi masalah ini berharap agar diselesaikan dengan aturan yang ada. Panèwu mengaku mempunyai tugas memfasilitasi dan pembinaan sehingga aspirasi warga dapat dicarikan solusi yang terbaik. Dia berharap Lurah dan Bamuskal agar segera mengambil sikap dan membahas permasalahan ini.

“Tidak mudah untuk menghentikan Dukuh. Semuanya itu harus berdasarkan aturan,”katanya.

Perwakilan Karang Taruna Mendak Sutanto secara kompak tetap ingin Dukuh Mendak Ari Susanti mundur. Warga sudah tidak ingin dipimpin Ari lantaran dinilai Arogan dan tidak dapat me jadi contoh yang baik.

“Ini sudah dibuktikan dengan pengumpulan tanda tangan semua warga,” kata Sutanto.

Ari Sutanti disebut harus mundur dari jabatannya karena dianggap gagal dalam menjalankan tugas memimpin warga masyarakat.

“Dia tidak bisa bermasyarakat, tidak pernah ikut kegiatan,”imbuhnya.

Sementara itu Ari Susanti yang hendak diwawancarai wartawan memilih bungkam. Dia tidak memberikan keterangan sepatah katapun dan langsung pergi meninggalkan balai Padukuhan usai mendengar aspirasi warga.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA