Ditetapkan Tersangka, Rekanan Pembangunan Kantor Lurah Baleharjo Jadi DPO

Wonosari, (gunungkidulsuara.com)–Kejaksaan Negeri Gunungkidul menetapkan rekanan pembangunan kantor Balai Kalurahan Baleharjo, Kepanewon Wonosari sebagai tersangka. Yang bersangkutan diduga telah melakukan permufakatan jahat bersama Lurah Baleharjo Agus Setyawan dalam kasus korupsi pembangunan Kantor Balai Kalurahan. Pembangunan Balai Kalurahan itu mengakibatkan kerugian negara sebanyak Rp 353.000.000.

Fj warga Padukuhan Wukirsari, Kalurahan Baleharjo itu saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah sebelumnya mangkir dari pemanggilan sebagai saksi.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunungkidul Andi Nugraha Triwantoro mengatakan bahwa, Fj sebelumnya ditunjuk oleh Lurah Baleharjo sebagai rekanan. Namun dalam proses tender yang sudah disetting oleh Lurah, dia selalu menjadi pemenang lelang.

“Dia tidak mempunyai kapasitas melaksanakan kegiatan pembangunan itu. Tidak mempunyai CV dan lelangnya juga tidak menggunakan regulasi, “ujarnya, Selasa (08/12/2020).

Setelah ditetapkan menjadi tersangka Fj saat ini masuk DPO. Pihak Kejaksaan melakukan upaya pemberitahuan sebagai DPO dengan harapan agar yang bersangkutan kooperatif dan menyerahkan diri.

“Sudah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali tetapi tidak pernah hadir, “terangnya.

Kasus korupsi pembangunan Kantor Balai Kalurahan Baleharjo, Kepanewon Wonosari menyeret dua tersangka yakni Agus Setyawan sebagai Lurah dan Fj sebagai rekanan. Agus yang saat ini mendekam dibalik jeruji besi telah menjalani serangkaian persidangan di Pengadilan Tipikor Yogyakarta. Pembangunan balai Kalurahan yang diambilkan daru APBDes itu menghabiskan Rp 1,4 Miliar.

“Total kerugian negara akibat korupsi tersebut total sebanyak Rp 353.000.000, saat ini sudah dikembalikan oleh Agus Setyawan. Namun demikian pengembalian itu tidak menghapus pidana, “terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA