IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Bangkitkan Ekonomi Wisata Tanpa Lupakan Pengendalian Covid-19

Patuk, (suara-gunungkidul.com)–Percepatan pemulihan ekonomi di masa Covid 19 dan penuntasan penanggulangan Covid melalui percepatan vaksinasi, khususnya vaksin ketiga (Booster), terus menjadi komitemen berbagai pihak di kabupaten Gunungkidul. Seperti halnya pada iven Festival Regional Kicau Burung Mataraman Jateng dan DIY hari ini di Kopilimo Resto dan Homestay hari ini, Minggu, (24/07/2022).

Ketua panitia Festival Regional Kicau Burung Langgam Mataraman Danang mengatakan, bahwa festival sebagai ajang lomba penghobi kicau burung perkutut langgam Mataraman, bukan semata hanya lomba, namun juga menjadi ajang promosi wiisata berbasis komunitas yang ada di Jateng dan DIY guna membantu recovery dunia usaha wisata, selain juga ajang konservasi alam.

“Acara ini adalah untuk recovery dunia usaha wisata berbasis komunitas, yang biasanya dibarengi dengan upaya konservasi satwa alam. Gelaran ini praksis lebih 2 tahun nyaris terhenti dan matisuri. Hari ini akan kita mulai. Namun karena situasi masih dalam suasana Pandemi, kami berkolaborasi dengan Tim Mobile Vaksin BIN dan Puskesmas untuk mengadakan vaksinasi”, Kata Danang di sela sela acara.

Diharapkan, lanjutnya, gelaran Festival Regional Kicau Burung Langgam Mataraman ini, selain akan membangkitkan kembali dunia usaha wisata, juga membantu pemerintah dan membangkitkan ekonomi warga tanpa abai dengan kesehatan masyarakat. “Selain lomba, juga ada pameran UMKM dan Vaksinasi. Artinya, hari ini dikolaborasikan wisata hobi, recovery ekonomi, dan penuntasan vaksinasi”, jelasnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, yang hadir menyaksikan acara menyampaikan bahwa situasi pandemi Covid 19 telah memberi pelajaran berharga pentingnya kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak. Ekonomi yang tertekan akibat berbagai pembatasan, iven-iven budaya dan pariwisata yang terhenti, cukup terasa dampaknya, sehingga membutuhkan berbagai terobosan.

“Iven-iven kolaboratif seperri ini penting untuk terus dikembangkan. Kreatifitas para pelaku sektor wisata, komunitas penghobi satwa dan budaya, serta kepedulian untuk tetap menuntaskan vaksinasi kian melengkapi” ungkap Heri.

Bagi pemerintah, lanjut Wabup, percepatan penanggulangan Covid melalui program penuntasan vaksinasi, menjadi bagian tak terpisahkan dan saling berkaitan dengan upaya pemulihan ekonomi yang harus segera dipercepat. “Jadi momen seperti ajang wisata hobi yang disertai kegiatan vaksinasi ini memiliki pesan mendalam dan diharapkan membawa impact yang baik dan luar biasa manfaatnya. Terima kasih kepada BIN dan panitia”, pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabinda DIY, Brigjen (Pol) Andry Wibowo menjelaskan bahwa vaksinasi, khsusunya Booster, saat ini masih menjadi program prioritas pemerintah dalam menuntaskan penanggulangan Covid 19. Terlebih lagi, penuntasan vaksin juga menjadi tangga penting untuk mempersiapkan transisi menuju endemi agar perekonomian nasional tetap jalan.

“Situasi Pandemi memang sudah relatif melandai. Namun ancaman lonjakan kasus masih ada seiring munculnya varian baru Ba.4 dan Ba.5. Bahkan yang terbaru ada varian baru Omicron Centaurus. Oleh karenanya, dalam mendukung percepatan ekonomi nasional, vaksinasi sebagai benteng pertahanan warga harus terus dituntaskan di tengah geliat perekonomian warga,” terang Andry.

Dalam konteks festival seni suara perkutut Mataraman, ungkapnya, hal tersebut menjadi potret pentingnya pelestarian budaya, seni, dan pada gilirannya bisa menjadi penguat pariwisata Gunungkidul semakin variatif. “Saat ini budaya bangsa, juga budaya lokal kian tergerus dengan gencarnya budaya asing. Sehingga dengan kolaborasi ini saling melengkapi. Seni, budaya, pariwisata, yang dilengkapi giat vaksinasi, semua didapat. Wisata-budaya bangkit, ekonomi jalan, dan kesehatan masyatakat terjaga,”pungkasnya.

Tim Mobile Vaksin BIN, selain terus melakukan pendaampingan dalam percepatan vaksinasi di wilayah terdepan, terdalam, dan bercapaian rendah, juga selalu mendorong berbagai kegiatan masyarakat bersekala besar dan komunal untuk tidak abai dengan prokes dan vaksinasi. Termasuk ajang Festival hobi seperti Ajang Festival Regional Kicau Burung Mataraman saat ini.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA