Antusias Masyarakat Dinilai Melampaui Target, Petugas Hentikan Vaksinasi

Playen, (suara-gunungkidul.com)–Panitia vaksinasi masal menyambut hari Bhayangkara ke 75 di GOR Siyono, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen menghentikan jadeal kegiatan pukul 14.00 WIB. Penghentian kegiatan tersebut dilakukan akibat banyaknya masyarakat yang hadir semakin berjubel ldan sudah tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto. Menurutnya, kegiatan vaksinasi yang dihadiri ribuan warga masyarakat itu diluar dugaan Polres Gunungkidul.

“Kami juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat yg hadir, karena tidak semuanya dapat terlayani karena peserta vaksin melampaui target,”kata Suryanto.

Menurutnya dalam kesempatan vaksinasi tersebut peserta yang hadir sebanyak 1432 orang. Sementara yang sudah tervaksin sebanyak 1387 orang terakhir oada pukul 16.00 WIB.

“Yang tertunda sejumlah 45 orang.
Akibat banyaknya masyarakat yang hadir, dan semakin berjubel, maka antrian sudah tidak sesuai dengan protokol. Kami dengan rendah hati, tanpa mengurangi rasa hormat dan terimakasih kami atas antusiasme masyarakat antrian harus kami bubarkan pada pukul 14:00 WIB, katanya.

Bagi masyarakat yang belum tervaksin, lanjut Suryanto akan tetap dilayani dan diberikan vaksinasi. Sementara jadwal akan diinformasikan beberapa hari kedepan dengan tetap mengutamakan ketertiban dan mematuhi protokol kesehatan.

“Kita melakukan pengaturan dari luar kita gerakan kita berikan pelayanan terbaik dan humanis sesuai kemampuan kita,”tandasnya.

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Eri Agustin turut mengkritisi atas jalannya kegiatan vaksinasi yang tidak diplaining dengan baik. Dia berujar bahwa persiapan kegiatan vaksinasi dinilai kurang matang dan menjadi preseden buruk bagi penanganan pandemi ditengah lonjakan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul.

“Kami melihat seharusnya tidak ada tebang pilih kepada masyarakat atau siapapun secara aturan jelas. Seharusnya APH (Aparat Penegak Hukum) tunduk dengan undang – undang,”kata Ketua Komisi A ini.

“Kita tidak mengkritisi pelaksanaan vaksinasi tapi yang kita kritisi adalah proses penyelenggranannya. Kenapa tidak diplaining dan ditarget berapa orang dan bagimana tidak berkerumun. Jangan sampai ini terjadi lagi dan klaster baru,”imbuhnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8