Pengrajin Limbah Kayu Bertahan Di Masa Pandemi

Panggang,(suara-gunungkidul.com)–Pengrajin patung berbahan limbah kayu ini bertahan sulitnya perkonomian imbah dari pandemi.

Febriyanto warga Padukuhan Pudak, Kalurahan Giriwungu, Kapanewon Panggang, pengrajin patung limbah kayu jati ini harus bertahan untuk mempertahankan usahanya.
Usaha yang di rilis sejak tahun 2016 silam itu merasakan dampak yang luar biasa karena efek dari Virus Corona.

Meskipun demikian Febri bersyukur masih bisa bertahan di masa pandemi ini.

“Ya saya harus bertahan untuk memenuhi permintaan pelanggan,karena saya tidak mau kehilangan usaha saya yang sudah saya mulai lima tahun yang lalu” Ungkapnya Sabtu (17/04/2021).

Menurutnya,kerajinan patung yang terbuat dari akar jati maupun ayu jati tersebut di perolehnya dari petani. Produk yang dihasilkan yaitu patung berbentuk binatang dan furniture mebeller patung Kuda, Singa, Rusa, Gajah dan berbagai patung berbentuk Binatang lainya.
Namun di masa pandemi ini menurut febri Omzet turun drastis.
Yang dulu omzet perbulan mencapai Dua puluh juta Rupiah, kini hanya Lima juta sampai Sepuluh juta rupiah.

“Sangat susah sekali sekarang, pemasukan berkurang di banding tahun lalu,” tuturnya.

Tak hanya itu selain omzet, pemasaran nya pun sekarang tambah sulit sehingga mau tidak mau febri harus mengurangi tenaga yang biasanya 6 orang kini hanya tinggal 2 orang, itupun kerjanya tidak tiap hari.

“Ya mau bagaimana lagi karena sekarang pemasaran pun sangat susah, bahkan kemarin ada beberapa alat tukang yang terpaksa saya jual. Saya berharap,semoga pandemi segera usai perekonomian bisa kembali dan meningkat, khususnya untuk para pengrajin seperti saya ini,”katanya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8