Jeritan Pedagang Kecil Buka Malam Hari Ditengah PPKM

Semanu, (suara-gunungkidul.com)–Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah membuat sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) kelimpungan. Dampak dari kebijakan tersebut mengakibatkan penghasilan pelaku usaha menurun drastis.

Kebijakan PPKM diketahui untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul. Apalagi saat ini jam operasional kegiatan pelaku usaha dibatasi hanya sampai pukul 19.00 WIB.

Kondisi tersebut tentunya dianggap para pelaku usaha semakin menjerit. Hal tersebut terjadi lantaran belum adanya solusi pemulihan ekonomi ditengah kebijakan PPKM.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pelaku usaha Bakmi Jawa di Kalurahan Semanu, Kepanewon Samanu bernama Sugeng. Pembatasan jam operasional berdagang para pelaku usaha baik toko maupun warunf makan hingga pukul 19.00 membuatnya pusing.

“Kalau mau menerapkan aturan seharusnya jangan pandang bulu. Warung kecil – kecil seperti kami harus dibatasi melayani tamu, sedangkan pasar hewan, karaoke bebas buka berkerumun,” ujar Sugeng geram, Jumat (22/01/2020).

Dia mengaku bahwa beberapa waktu lalu lokasonya menjajakan bakmi jawma di Jalan Wonosari – Semanu KM 4.5 Nitikan sempat didatangi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). kedatangan para petugas itu tidak lain untuk menghimbau dan menyampaikan surat Intruksi Bupati Gunungkidul tentang PPKM.

“pedagang khususnya Bakmi Jawa bukanya pasti malam. Kalau hanya melayani hingga pukul 19.00 WIB jelas membuat penghasilan kami semakin terpuruk saat kondisi pandemi Covid-19,”terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA