Bupati Resmikan Sumur Irigasi Gojo,  Harapan Baru Para Petani Meningkatkan Hasil Pertanian

Nglipar,(suara-gunungkidul.com)—-Dalam rangka peningkatan dan optimalisasi lahan kering pemerintah daerah terus malakukan upaya dengan memberikan berbagai bantuan kepada kelompok tani salah satunya Sumur Bor atau sumur irigasi.

Selesainya pembangunan infrastruktur tersebut diresmikan oleh Bupati H.Sunaryanta, penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Balai Padukuhan Gojo Kalurahan Kedungpoh Kapanewon Nglipar,Rabu (13/10).

Bantuan sumur irigasi senilai 142 125.000 untuk membangun 2 titik dengan debit 15 l/dr di lahan pertanian kelompok tani Podomoro di RT 1 dan RT 02 Gojo. Di manfaatkan oleh kelompok dengan jumlah anggota 88 petani yang mampu mengairi luasan lahan mencapai 25 hektar.

Bupati atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih dengan bantuan ini.
Ketua kelompok tani Podomoro harapanya juga akan di gunakan untuk 2 kali penanaman padi, serta selebihnya tanaman palawija meliputi jenis jagung kedelai dan lainya.
Semoga mampu meningkatkan penghasilan pertanian bagi kelompok.

Program bantuan ini merupakan Program yang dindapat dari usulan aktif masyarakat.

Untuk itu para Panewu dan jajaran di bawahnya harus terus aktif membangun daerahnya serta dapat mengakses program pemerintah.

Bupati mengharapkan pemimpin harus dapat turun kelapangan sehinga tahu dan mampu cepat mengatasi permasalahan.
Program pemerintah sangat banyak yang bisa di akses.

“para pemangku kepentingan aktif ke lapangan agar tahu kendala dan kemauam masyarajat, memastikan kebutuhan masyarakat di bawah,” kata Bupati.

Banyaknya aktifitas turun kelapangan. Juga sebagai upaya mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat, tambah bupati.

Sementara bagi kelompok tani, permasalahan pupuk yang di keluhkan. Sudah dapat di atasi dengan meningkatkan kuota pupuk dan kemudahan mekanisme pembelian.

“Kalo beli pupuk kartu tani hilang bisa menggunakan kartu lain,” tambah bupati.

Tambahan 5 ribu ton menjadi 18 ribu pupuk urea dan 11 ribu ton pupuk Petrokimia semoga mampu mencukupi kebutuhan petani.

Suharsono perwakilan kementerian pertanian mengatakan salah satu prioritas program pertanian dengan membantu pemenuhan pengairan di Gunungkidul dan Penambahan luas lahan mencapai 1000 hektar di Gunungkidul. Melihat ini sangat besar potensi lahan yang bisa digerakkan tanamanya.

“Dengan ada air saya percaya kehidupan semakin tumbuh untuk penyediaan pangan,” kata Harsono.

Kepala DPP DIY di Gununhkidul ada 40 unit bantuan meliputi Bantuan Dam parit 12 lokasi, Sumur irigasi 11 lokasi, Perpipaan 1 lokasi, Pompa 19 dan
Perpompaan jenis lainyabeberapa unit.

Sementara lahan yang telah teraliri seluas 400 hektar di Gununhkidul dan saat ini tinggal 25 hektar
DPP dan kementerian komitmen GK menjadi perhatian, Gunungkidul saat ini beda dari 20 tahun. Tahun 2019 Gunungkidul menjadi penyelamat pangan di Yogyakarta dengan hasil dan surplus pangan.

Peresmian di tandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan kran oleh Bupati H.Sunaryanta di lokasi pembangunan sumur irigasi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8