Badan Ketahanan Pangan RI Tinjau Produksi Pertanian Keluarga Kelompok Tani Suko Makmur, Berharap Pertanian Keluarga Berjalan di Gunungkidul

Panggang,(suara-gunungkidul.com)—Pertanian Keluarga (PK) atau family farming yang dibangun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mempunyai nilai strategis dalam mambangun ketahanan pangan masyarakat. Dalam hal ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI meninjau relokasi pertanian keluarga Gunungkidul di Kelompok Tani Suko Makmur Girisuko pada Senin (27/09) yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Heri Susanto S.Kom. M.Si.

Pada tahun 2021 Badan ketahanan pangan melaksanakan kegiatan pengentasan daerah rentan rawan pangan atau pertanian keluarga yang berada di 109  lokasi yang tersebar di 31 provinsi dan 56 kabupaten, untuk Kabupaten Gunungkidul terdapat 2 lokasi yaitu desa Girisuko dan Ngawi.

Kegiatan pertanian keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan keterjangkauan dan kemanfaatan pangan keluarga petani yang sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang, mengentaskan daerah rentan pangan, menguatkan daerah tahan pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga petani.

Adapun kelompok tani Suko Makmur mendapatkan bantuan sebesar Rp. 150.000.000 yang terbagi menjadi 2 termin. Termin pertama sebesar Rp. 105.000.000 digunakan untuk kegiatan ternak kambing 33 ekor senilai Rp. 52.800.000 , budidaya bawang merah sebesar Rp. 39.680.000 seluas 7.000 meter, dan budidaya cabai rawit senilai Rp.12.520.000 seluas 1,1 hektar.

Dalam kegiatan pertanian keluarga tahun 2021 , Kelompok tani Suko Makmur mampu memproduksi cabai rawit sebanyak 4-5 ton/ha yang sebelumnya hanya produksi 3-3,5 ton/ha dan produksi bawang merah sebanyak 4ton/ha yang sebelumnya produksi 3 ton/ha. Selain itu, saat ini kambing sudah beranak sebanyak 4 ekor.

Pada termin kedua, dana yang turun sebesar Rp. 45000.000 untuk kegiatan budidaya jagung seluas 25 hektar,pembelian benih jagung sejumlah 400kg dengan harga Rp. 63000/kg varietas bisi 2, dan pembelian pupuk urea sejumlah 400 zak, pupuk NPK 50 zak dengan total Rp. 17000.000.

Kunjungan kerja ini adalah untuk pemerikasaan kembali kegiatan yang dilaksanakan oleh gapoktan terkait dengan ketertanaman beberapa komoditas dan juga dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersediaan jagung di Indonesia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI, Dr. Sarwo Edhy, SP, MM yang berkesempatan menyampaikan sambutan.

“Jagung ini ada sedikit ada kekurangan , banyak peternak2 yang mengeluhkan harga jagung mahal,bagaimana cara kita bias menstabilkan harga jagung , ini salah satu tugas badan pertanian pangan, caranya adalah bagaimana masyarakat ini kita dorong untuk memproduksi serta meningkatkan kualitas dari jagung tersebut dengan menanam jagung berbeda yang hasilnya lebih banyak sehingga dengan menanam jagung yg lebih luas, produksinya lebih banyak,” ungkap Edhy

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Heri Susanto S.Kom, M.Si menyampaikan bahwa Kabupaten Gunungkidul ini merupakan bagian dari  Lumbung pangannya DIY.

“Dari populasi ternak saja, kebetulan masyarakat kami , masyarakat pertanian yang ada di Kabupaten Gunungkidul rata-rata setiap rumah mempunyai ternak, jadi populasi ternak kami tahun 2020  sapi 159 ribu ekor kambing ,119 ribu ekor, dan ayam 3 jutaan lebih maka dari itu insyaAllah Gunungkidul mampu mensuplai kebutuhan pangan di DIY,” ungkap Wakil Bupati

Wakil Bupati juga menambahkan bahwa untuk tanaman pangan,Gunungkidul juga mempunyai surplus karena memang luasan pertanian di Gunungkidul cukup luas sehingga produktifitasnya meningkat. Dengan alokasi tambahan dari Dirjen Ketahanan Pangan, Gunungkidul mampu mengoptimalisasi lahan di beberapa tempat utamanya di kawasan tengah dan utara, antara lain ada beberapa sumur bur dan dam parit.

“Peningkatan optimalisasi lahan tersebut mampu meningkatkan produuktifitas yang semula hanya 2x 1 tahun sekarang bias 3x,” tambah Heri Susanto

Selain itu, tahun ini di Gunungkidul mulai dari pesisir selatan sampai utara, sebelum masa tanam distribusi pupuk  sudah terdistribusi dengan baik dimana pada tahun-tahun sebelumnya pupuk ini mengalami kelangkaan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunungkidul.

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8