Taman Budaya Gunungkidul Diresmikan Gubernur, Diharapkan Jadi Pengembangan Dan Pelestarian Seni

Playen, (suara-gunungkidul.com)–Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono ke X meresmikan Taman Budaya Gunungkidul (TBG) yang terletak di Padukuhan Siyono Wetan, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Senin (20/12/2021). Pembangunan yang menghabiskan Dana Keistimewaan ratusan miliar ini diharapkan jadi inkubator budaya dan mempunyai daya ungkit ekonomi.

Dalam sambutannya Hamengku Buwono ke X berujar bahwa TBG merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terhadap pengembangan seni dan budaya.
Potensi budaya dan seni ini disebutnya beragam yang membutuhkan berbagai sentuhan. Sentuhan ini menurut Gubernur
agar semakin dimaknai dan dapat bermanfaat bagi warga masyarakat Gunungkidul.

“Hal ini juga untuk merespons kerinduan masyarakat, terutama para seniman dan pegiat seni budaya. Sarana yang representatif ini dibutuhkan untuk pembinaan dan pelestarian serta pengembangan seni dan budaya,”katanya, Selasa (21/12/2021).

Gubernur menaruh harapan agar TBG ini semakin memberikan manfaat dengan menjadikannya sebagai embrio aktivasi. Pemda Gunungkidul sikatakannya harus dapat membuat terobosan-terobosan produktif, dengan menjadikannya sebagai inkubator budaya yang memiliki daya ungkit ekonomi.

“Ciptakan budaya-budaya baru, lakukan riset – riset sebagai pendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui basis budaya. Lahirkan kaum kreatif dan berikan mereka wahana untuk menampilkan eksistensinya,”terangnya.

Pria yang akrab disapa “Ngarso Dalem” ini menambahkan bahwa Pemda harua mendominasi dari budaya ekspresif dan masa – silam ke budaya progresif masa-depan, yang diwarnai oleh invensi, inovasi dan kreativitas di bidang ilmu, teknologi dan industri, serta sektor finansial, perbankan dan ekonomi-bisnis. Atensi memajukan itu bertujuan mengejar ketertinggalan dari kemajuan bangsa – bangsa Barat dan China.

“Interaksi antara eco-system budaya dan alam sekitar, kultur dan natur, seperti Gunungkidul ini yang terdiri atas bukit-karst berupa geo-heritage dan lahan-kering langka-air. Mestinya harus menginspirasi teknologi tepat guna untuk mendeteksi dan menemukan sumber sumber mata air di kedalaman tanah,”tuturnya

“Seharusnya kebudayaan tidak kita persempit menjadi hanya terbatas pada seni-budaya saja. Karena, sesungguhnya kebudayaan adalah segala hal yang berkaitan dengan keseluruhan hajat hidup manusia,”pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA