banner1
banner2
banner3
banner4
banner5
banner6
banner7
banner9
banner10
banner11

Sejarah Pertapan Alas Gebangkoro

Purwosari,(suara-gunungkidul.com) –Pertapan Alas Gebangkoro yang terletak di Padukuhan Temon, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, diyakini mampu mendatangkan ketentraman dan keselamatan bagi masyarakat sekitar.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Wignyo, selain mendatangkan ketentraman dan keselamatan juga dapat meningkatkan kerukunan.
Dengan dasar itulah warga di 2 Padukuhan Temon dan Padukuhan karangnongko setiap tahun melaksanakan tradisi,”Babat Alas Gebangkoro”.
Hingga saat ini tradisi tersebut masih di lestarikan.

Menurut Wignyo, awal di temukan nama Gebangkoro bermula dengan adanya sebuah pohon Gebang yang tumbuh di wilayah Alas Gebangkoro.
Saat itu Pohon Gebang tersebut merambat di bagian pohon Koro.
Batangnya tumbuh di sekitar Alas Gebangkoro namun akarnya sampai ke Padukuhan Temon hingga Karangnongko, sehingga nenek moyang pada waktu dulu memberi nama Alas Gebangkoro.

Yang lebih aneh dan unik, pohon Gebangkoro tersebut dari sejak saya melihat sampai sekarang seperti tidak mengalami pertumbuhan.

“Besar kecil dan tingginya pun hanya segitu terus, seperti tidak ada berkembangnya,”ujar Wignyo, Senin (21/06/2021)

Selain itu orang yang datang dan mencoba menghitung daunnya pun tak pernah sama, pengunjung satu dan pengunjung lainya tetap berbeda jumlahnya ketika menghitung daun Gebangkoro tersebut.

Itulah kenapa Pertapan Alas Gebangkoro sampai saat ini masih di lestarikan hingga saat ini. Setiap tahun tepatnya di Bulan Mei hari Jum’at kliwon rutin melakukan tradisi Babad alas dan kenduri dan kembul bujono di tempat tersebut.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA