Patung Tayub TBG Ramai Diperbincangkan Netizen, Dinas Kebudayaan Tak Tahu Anggaran Pembuatannya

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Sepasang patung penari Tayub yang berada di Taman Budaya Gunungkidul (TBG) ramai diperbincangkan netizen pengguna media sosial facebook dan twitter. Sepasang patung berwujud seorang laki – laki dan perempuan itu ada yang menilai tak proporsional lantaran identik dengan sawer.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Agus Kamtono mengaku tidak mengetahui nilai anggaran pembuatan patung yang disebut menjadi icon Gunungkidul tersebut. Walaupun mengakui sumber dana pembuatan menggunakan Dana Keistimewaan, namun secara detail dan teknis khususnya pembuatan patung penari Tayub itu berada di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP).

“Nilainya saya tidak tahu.
Jadi bangunan itu kan ranahnya di PU. Dananya kan ada di Dinas Kebudayaan, waktu pengerjaan Dinas mengirim surat pada Gubernur dan Bupati mohon karena ini teknis bangunan dilimpahkan ke PU,”ujar Agus, Selasa (13/04/2021).

Agus berujar bahwa kesenian tari Tayub merupakan budaya asli Gunungkidul. Tayub menurutnya adalah tarian persahabatan yang diperankan seorang laki – laki dan perempuan.

“Kalau ada sawer itu oknum. Kalau pendapat kan banyak,”katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Eri Agustin saat dimintai komentarnya mengaku belum mengetahui secara persis perkembangan pembangunan TBG. Namun sepengetahuannya saat ini TBG yang menelan anggaran miliyaran rupiah itu belum diserahterimakan kepada Bupati Gunungkidul.

“Mungkin harus dikonfirmasi ke Dinas Kebudayaan dulu. Kalau itu (icon) seharusnya sesuai dengan budaya Gunungkidul,”kata Eri.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8