Melestarikan Alam Dengan Tradisi Merawat Pohon Resan

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Bebagai cara merawat tradisi leluhur khususnya di Pulau Jawa. Salah satu bentuknya dengan cara merawat pohon resan. Bagi masyarakat Jawa Pohon resan dianggap sebagai pohon yang menjadi tanaman yang mistis. Namun segian orang menganggapnya pohon resan sebagai pohon kehidupan (penjaga sumber mata air).

Mahasiswa STAIYO Yogyakarta bernama Firdan Jati Wirawan dan Ifan Maulana berkesempatan mewawancarai salah satu juru kunci resan. Dia bernama Mujiyanto (76) Basuhan, Eromoko, Wonogiri, JawaTengah. Menurut Mbah Muji sapaan akrabnya tradisi merawat resan merupakan kebanggaan bagi masyarakat.

“Selain berfungsi sebagai ciri khas, tradisi ini juga berfungsi sebagai upaya untuk menjaga kelestarian alam sekitarnya,”ujar Mujiyanto, Selasa (19/10/2021).

Selain banyak kalangan menganggap Resan sesuatu yang mistis, namun ternyata resan juga dipercaya sebagai salah satu pohon penjaga mata air. Pohon resan memiliki banyak akar yang kuat menjulur ke dalam tanah.

“Resan ini sesuatu yang dimuliakan. Fungsinya untuk memberikan ketenangan bagi
masyarakat sekitar. Sebab disana terdapat efek magis. Tidak boleh seseorang melakukan hal sembrono ditempat itu,”tuturnya.

Keyakinan bahwa resan itu memiliki efek magis yakni memberikan ketenangan pada masyarakat sekitar membuat warga disana lebih terbiasa beradab sebab disanalah seseorang dituntut untuk sopan. Dengan demikian seorang disana berusaha menjaga lingkungan agar tetap lestari. Seperti yang kita tahu bahwa adab menjadi kebiasaan
timur.

“Disana juga terdapat sesajen sebagai bentuk wujud syukur masyarakat untuk penjaga resan (Makhluk halus) yang dipercaya menjaga resan tersebut. Namun sekarang sesajen tersebut hanya befungsi sebagai wujud syukur masyarakat sebab yang benar hanyalah tuhan bukan Makhluk halus yang tak kuasa atas segala sesuatu,”tandasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA