IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Curhat Kurator Paceklik Culture Festival Saat Pandemi Covid-19

Wonosari, (suaragunungkidul.net)–Kondisi pandemi Covid-19 membuat sektor perekonomian nyaris lumpuh, hal tersebut membuat warga masyarakat menjerit tak terkecuali para Seniman.  Seperti yang diungkapkan oleh 
Kurator Paceklik Culture Festival Hariyanto. Saat masa pandemi saat ini pihaknya telah melaksanakan kegiatan membangun kesadara bagi masyarakat tentang protokol kesehatan.
 
Kepada wartawan pihaknya mengaku telah menjalankan praktik membangun kesadaran ini, mengkampanyekan dengan berbagai cara, pembagian masker, sanitizer, dan penyuluhan hidup sehat bagi komunitas seni di wilayah Kepanewon Panggang dalam menjalankan protokol kesehatan.
 
“Sudah sekira masyarakat saling membantu dalam menjalankan kehidupan baru ini. Setengah tahun lamanya pandemi virus Covid-19 mengubah seluruh tatanan kehidupan masyarakat,”ujar Hariyanto
 
Menurutnya hampir semua sektor kehidupan masyarakat, khususnya perekonomian tengah lumpuh atau jalan jongkok bahkan merayap. Sektor swasta di bidang industri produksi dan perdagangan, terpukul berat akibat wabah virus satu ini. Hal tersebut sangat terimbas dengan berat adalah mereka di sektor informal.
 
Masyarakat ekonomi kelas bawah seperti buruh harian lepas, pedagang kecil, dan seniman, benar-benar kehilangan mata pencaharian,”katanya. 
 
 
Enam bulan ini jalannya kehidupan terutama roda perekonomian masyarakat dirasa teramat berat dijalani. Para seniman, yang rata-rata menggantungkan putaran roda perekonomian dari aktivitas kebudayaan jatuh dan tiarap. Berbagai perhelatan seni budaya yang dijadwalkan sejak bulan Maret hingga akhir tahun 2020 dibatalkan. 
 
 
“Keadaan yang tidak kunjung membaik selama berbulan – bulan yang dirasakan oleh para seniman maupun aktivis budaya di desa dan perkotaan khususnya wilayah DIY,”terangnya. 
 
Di antaranya seperti yang dilakukan oleh beberapa kelompok seniman di beberapa Kabupaten tak terkecuali Gunungkidul meminta pemerintah memberi kelonggaran bagi aktivitas seni dan budaya. Aktivitas seni budaya jika kembali diperbolehkan yang akan sangat berimbas membantu bergeliatnya kembali roda perekonomian para seniman.
 
 
“Diantaranya dengan mengadakan dan membolehkan adanya pelaksanaan gelaran seni budaya dengan ruang lingkup terbatas, serta memperhatikan SOP atau protokol kesehatan. Bukan tuntutan agar dibolehkan pentas dalam helaran seni budaya, namun idealnya adalah mendialogkan kembali bagaimana protokol kesehatan yang tepat diterapkan dalam suasana adaptasi kebiasaan hidup baru untuk gelaran seni budaya,”imbunya.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA