Bupati Menyusuri Wilayah Klaten hingga Wonosari, Guna Menggali Sejarah Batuan Tertua dan Gunung Berapi Gunungkidul

Wonosari,(suara-gunungkidul.com)—- Mengulas sejarah batuan tertua dan gunung berapi di Gunungkidul, Bupati bersama Doktor. C Prasetyadi menyusuri wilayah Bayat klaten hingga wilayah Wonosari.

Sejarah itu pun di jelaskan oleh Dr.Ir Setiyadi,M.Sc dari UPN Veteran Yogyakarta dengan melihat secara langsung lokasi letak batu tertua di Jawa.

“Batu tertua sebagai pondasi pulau Jawa ada di wilayah Bayat Klaten,” terang setyadi

Lokasi pertama yang di kunjungi adalah Bayat, meski harus menyusup belukar hutan untuk melihat batu tertua di pulau Jawa.

Selanjutnya bupati dan rombongan menuju perbatasan Gedangsari untuk melihat jenis batuan gunung api lainya yang di istilahkan dengan batuan gunung kebo butak dan batuan gunung sumilir. Dari lokasi tersebut selanjutnya menuju kali Ngalang Gedangsari dan berakhir di sungai Oya di lokasi hutan wanagama.

Bupati H Sunaryanta melihat potensi alam dan sejarah terbentuknya pulau Jawa yang bermula adalah samudera dan menjadi daratan dari proses pengangkatan dan gunung berapi.

Potensi ini perlu dipetakan sehingga bisa menambah destinasi wisata seperti wisata edukasi. Dengan melihat secara langsung hal ini akan di ketahui potensi alam yang mampu di kembangkan dan di dijaga karena memilki arti penting dari nilai sejarah.

“Menjadi sesuatu yang memiliki nilai sejarah maupun ilmu pengetahuan yang tidak ternilai, sehingga perlu di jaga di lestarikan dan ketahui kepada masyarakat,” ungkap Bupati

Hal ini juga harus di imbangi dengan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat secara terus menerus sehingga masyarakat semakin paham dan mengerti, bahwa keberadaan alam yang patut di jaga kelestariannya dan justru dengan dijaga akan memberikan nilai tambah.

“Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus di lakukan, sebagai upaya menyelamatkan alam, dan diberdayakan yang akan berujung pada kesejahteraan masyarakat,” tambah Bupati

Sementara Setyadi dari UPN menyampaikan dalam rangka penyelamatan dan pengembangan potensi alam di Gunungkidul dengan warisan geologi yang sangat luar biasa dan unik.

“Rupanya kita bisa melihat aspek yang lain, geologi Gunungkidul tidak lepas dari tempat lain, yang mengandung batu tertua sehingga memiliki cerita yang menarik, cerita yang utuh dari ke eradaan batu yang paling tertua sampai Wonosari tempat Gunungsewu berada, dari awal gunungapi yang tumbuh di laut lalu berhenti dan munculah sistem karst yang menjadi geopark gunungsewu,hal ini suatu potensi yang harus kita kembangkan lagi,” ungkap Setyadi

Dalam perjalanan pengamatan ini tak segan bupati bersama Dr. Setyadi dan rombongan berjalan menyusuri hutan dan semak maupun naik bukit dan turun ke kali untuk melihat bebatuan.

Dari bebatuan itu timbul sebuah cerita yang semakin di Kulik jauh mendalam semakin menarik untuk di simak, bahkan dari yang sebelumnya tidak memiliki minat mengetahui tentang ilmu geologi akan tertarik.

Ikut mendampingi Bupati H.Sunaryanta tim percepatan Pembangunan Bambang Riyanto, Kepala Dinas Pertanahan dan tata Ruang Winaryo,M.Si, Kepala Dinas Kominfo Drs. Wahyu Nugroho, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Priyanta, SH, MM serta pejabat Pemkab lainya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8